Dubes AS untuk PBB Puji Langkah "Berani" Trump - Kompas.com

Dubes AS untuk PBB Puji Langkah "Berani" Trump

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 12/12/2017, 05:05 WIB
Dubes AS untuk PBB Nikki Haley saat berbicara pada sidang DK PBB di New York, Rabu (5/7/2017), untuk merespons pengujian ICBM Korut pada hari sebelumnya.UPI/Barcroft Images Dubes AS untuk PBB Nikki Haley saat berbicara pada sidang DK PBB di New York, Rabu (5/7/2017), untuk merespons pengujian ICBM Korut pada hari sebelumnya.

NEW YORK, KOMPAS.com - Duta Besar Amerika Serikat ( AS) untuk PBB, Nikki Haley, memuji langkah politik yang dilakukan Presiden Donald Trump.

Rabu pekan lalu (6/12/2017), Trump dalam konferensi pers mengakui kedaulatan Israel dengan ibu kotanya, Yerusalem.

Trump juga menyampaikan dia bakal memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Baca juga : Trump Akui Kedaulatan Israel dengan Ibu Kota Yerusalem

Akibat pernyataannya, dunia mengecam Trump. Sementara warga Palestina terlibat kerusuhan dengan aparat keamanan Israel yang berujung empat orang tewas.

Dilansir CBS via New York Post Senin (11/12/2017), Haley menyatakan sangat mendukung tindakan presiden 71 tahun itu.

"Jika kalian bisa melihat betapa beraninya langkah politik yang dilakukan presiden," tegas Halley Minggu (10/12/2017).

Dalam pandangan Haley, Trump sama sekali tidak turut campur dalam pembagian wilayah antara Israel dan Palestina.

"Beliau sama sekali tidak membicarakan perbatasan. Beliau tidak membahas itu semua," ujar Haley.

Sebelumnya, Haley juga mendukung Trump dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB Jumat (8/12/2017).

Haley mengecam PBB sering kali menimbulkan efek negatif dalam perundingan damai antara Palestina dan Israel.

Dikutip CNN, Haley yakin pengakuan itu akan memberikan pengaruh positif dalam negosiasi perdamaian di antara kedua negara.

Baca juga : AS Sebut PBB Merusak Perundingan Damai Israel-Palestina

Namun, ucapan Haley ditentang oleh Senator Maryland Ben Cardin.

Cardin berujar, Trump melakukan kesalahan yang sangat fatal. "Sebuah negara bertanggung jawab atas ibu kotanya. Bukan orang lain," tutur Cardin diberitakan oleh ABC.

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM