Tak Menyukai Kehidupan di Inggris, Remaja Ini Gantung Diri - Kompas.com

Tak Menyukai Kehidupan di Inggris, Remaja Ini Gantung Diri

Veronika Yasinta
Kompas.com - 08/12/2017, 17:50 WIB
Remaja asal Polandia, Maksymilian Tercjak, tewas gantung diri, karena tak menyukai kehidupan di London, Inggris. (Daily Mail) Remaja asal Polandia, Maksymilian Tercjak, tewas gantung diri, karena tak menyukai kehidupan di London, Inggris. (Daily Mail)


LONDON, KOMPAS.com - Seorang remaja asal Polandia tewas gantung diri, karena tak menyukai kehidupan di London, Inggris.

Sebelumnya, dia memutuskan pindah ke London untuk memulai kehidupan baru. Namun, dia malah ditemukan tewas di rumah pamannya di Bracknell, Berkshire, di sebelah barat London.

Dilansir dari Daily Mail, Jumat (8/12/2017), remaja berusia 19 tahun bernama Maksymilian Tercjak memilih untuk meninggalkan rumahnya di Krakow, Polandia, untuk mendapatkan pekerjaan, setelah menderita masa lalu yang kelam saat bekerja sebagai buruh bangunan.

Kakaknya, Pamela Tercjak, mengatakan Maksymilian pernah mengeluhkan kehidupan di Inggris.

Baca juga : Wali Kota London Larang Pembangunan Tempat Parkir Baru

Asisten petugas koroner Berkshire, Alison McCormick mengatakan, bunuh diri yang dilakukan Maksymilian juga terkait dengan kematian sang ayah sejak dia kecil.

Lalu, kakeknya juga meninggal beberapa bulan sebelum Maksymilian ditemukan tewas gantung diri.

"Max (Maksymilian) memiliki masa lalu yang menyedihkan. Dia harus menghadapi kematian ayahnya ketika dia masih kecil, dan kakeknya meninggal pada tahun ini," ucapnya.

"Max tinggal di Bracknell bersama pamannya, beberapa pekan sebelum dia meninggal. Max mengatakan kepada keluarganya, dia tidak menyukai kehidupan di Inggris," tambahnya.

Baca juga : Aksi Jambret dengan Sepeda Motor di London Kian Marak

Tubuh Maksymilian ditemukan pamannya, Krzysztof. Kemudian, dia menyiram air dingin ke wajah remaja pria itu dan memberikan kompresi dada serta pemberian napas buatan (CPR), namun nyawa Maksymilian tak dapat diselamatkan.

Tim medis menyatakan Maksymilian meninggal ketika mereka tiba di lokasi kejadian satu jam kemudian.

Kedatangan tim medis yang terlampau lama karena Krzysztof harus mencari temannya yang bisa berbahasa Inggris, untuk menghubungi petugas ambulans.

"Max tingga bersamaku selama tiga pekan," kata Krzysztof.

Menurut keterangan keluarga, sebelumnya, Maksymilian pernah mencoba gantung diri di rumahnya, di Krakow.

PenulisVeronika Yasinta
EditorVeronika Yasinta
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM