Pendukung Kemerdekaan Catalonia Berbaris di Belgia Tuntut Pembebasan Puigdemont - Kompas.com

Pendukung Kemerdekaan Catalonia Berbaris di Belgia Tuntut Pembebasan Puigdemont

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 07/12/2017, 18:04 WIB
Para pendukung kemerdekaan Catalonia membentangkan Estelada di taman dekat markas Uni Eropa di Brussels, Belgia. Mereka di sana untuk memberikan dukungan kepada Carles Puigdemont dan empat menterinya yang mengungsi sejak 30 Oktober, (7/12/2017)Emmanuel DUNAND/AFP Para pendukung kemerdekaan Catalonia membentangkan Estelada di taman dekat markas Uni Eropa di Brussels, Belgia. Mereka di sana untuk memberikan dukungan kepada Carles Puigdemont dan empat menterinya yang mengungsi sejak 30 Oktober, (7/12/2017)

BRUSSELS, KOMPAS.com - Ratusan pendukung kemerdekaan berkumpul di Brussels, Belgia, Kamis (7/12/2017).

Kantor berita AFP melaporkan, mereka berkumpul untuk memberikan dukungan kepada presiden tersingkir Catalonia, Carles Puigdemont.

Puigdemont dan empat menterinya berada di Brussels sejak 30 Oktober.

Mereka mengungsi setelah pemerintah Spanyol membekukan status otonomi khusus Catalonia pasca-deklarasi kemerdekaan (27/10/2017).

Di Brussels, para pendukung kemerdekaan membawa bendera Catalonia, Estelada, dan meneriakkan yel-yel "Bangun Eropa!"

Baca juga : Spanyol Tarik Perintah Penangkapan Eropa kepada Pemimpin Catalonia

Mereka berkumpul di taman dekat markas Uni Eropa (UE), dan bermaksud berbaris mengelilingi ibu kota Belgia tersebut.

"Kami tidak bisa mengabaikan presiden kami yang sedang mengasingkan diri di sini," kata salah satu pendukung kemerdekaan, Antoni Llenas.

Llenas melanjutkan, mereka di sana untuk melanjutkan perjuangan agar Catalonia bisa bebas dari Spanyol.

"Kami juga meminta agar para pemimpin kami bisa dibebaskan," ujar Llenas kembali.

Kepada AFP, koordinator pendukung kemerdekaan berharap, akan ada sekitar 20.000 orang yang mengikuti aksi unjuk rasa demi membebaskan Puigdemont.

Senin (4/12/2017), Mahkamah Agung Spanyol menarik Surat Perintah Penangkapan Eropa (EAW) kepada Puigdemont dan empat menterinya.

Saat itu, Hakim Pablo Llarena mendapat informasi kelimanya bakal pulang ke Spanyol.

Puigdemont bermaksud mengikuti pemilihan 21 Desember. Namun, Rabu (6/12/2017), Puigdemont menyatakan tidak akan kembali ke Madrid.

Alasannya, pemerintahan Mariano Rajoy belum menarik surat perintah penangkapan Spanyol.

"Bisakah kami bergerak di sekitar Uni Eropa tanpa rasa takut? Saat ini kami belum punya jawabannya. Untuk saat ini kami akan tetap di sini," kata Puigdemont.

Baca juga : Pemimpin Tersingkir Catalonia Belum Bersedia Kembali ke Spanyol

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
SumberAFP
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM