Mengenal Yerusalem, Kota Suci Tiga Agama - Kompas.com

Mengenal Yerusalem, Kota Suci Tiga Agama

Kompas.com - 07/12/2017, 15:09 WIB
Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017. (AFP/Thomas Coex)
Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017. (AFP/Thomas Coex)


Yerusalem, KOMPAS.com — Keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang disambut kecaman dari berbagai penjuru menegaskan posisi kota tua itu yang sangat khusus bagi Israel dan Palestina, serta bagi tiga agama besar dunia.

BBC mencari tahu mengapa kota Yerusalem ini penting bagi umat Kristen, Islam, dan Yahudi, tiga agama yang sama-sama terkait dengan figur Abraham atau Ibrahim dalam kitab-kitab suci.

Yerusalem, nama itu bergema di hati umat Kristen, Yahudi, dan Islam sejak berabad-abad mengalami sengketa dengan sejarah milik bersama.

Yerusalem, dalam bahasa Ibrani disebut Yerushalayim, dan dalam bahasa Arab disebut Al Quds. Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia.

Baca juga: Indonesia Galang Dukungan OKI Menentang Kebijakan Trump atas Yerusalem

Pada masa lalu, kota Yerusalem ini pernah berulang kali direbut, ditaklukkan, dihancurkan, dan dibangun kembali oleh berbagai pihak, dan seakan setiap lapisan buminya mengungkapkan berbagai potongan sejarah masa lalu.

Pusat dan inti Yerusalem berada di bagian Kota Tua, suatu labirin gang-gang sempit dan arsitektur bersejarah yang menandai empat penjuru kota yang terdiri dari kawasan Kristen, Islam, Yahudi, dan Armenia.

Kota Yerusalem dikelilingi dinding batu berupa benteng tempat berdirinya sejumlah situs tersuci di dunia.

Baca juga: Keputusan Trump soal Yerusalem Tuai Kemarahan Para Pemimpin Negara

Setiap kawasan di Yerusalem mewakili populasi tersendiri. Orang-orang Kristen memiliki dua kawasan karena orang-orang Armenia juga beragama Kristen. Kawasan Armenia ini, yang terkecil dari keempatnya, merupakan salah satu pusat Armenia tertua di dunia.

Hal ini sangat unik karena komunitas mereka di Yerusalem telah mempertahankan budaya dan peradaban mereka sendiri di dalam Gereja dan Biara St James, yang mencakup sebagian besar kawasan mereka.

Gereja

Di dalam kawasan Kristen di Yerusalem terdapat Gereja Makam Kudus, sebuah tempat ziarah penting para penganut Kristen di seluruh dunia. Tempat itu terletak di sebuah lokasi yang sangat penting dalam kisah Yesus tentang kematian-Nya, penyaliban-Nya, dan kebangkitan-Nya.

Dalam kepercayaan tradisi Kristen pada umumnya, Yesus disalibkan di bukit Golgota, atau bukit Kalvari di Yerusalem, dan makamnya terletak di dalam bangunan pekuburan yang juga diyakini sebagai tempat kebangkitan-Nya.

Baca juga: Pemerintah Harus Kecam Langkah Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Gereja Makam Kudus di Yerusalem dikelola bersama oleh perwakilan aliran Kristen yang berbeda, terutama Patriarkat Ortodoks Yunani, kaum biarawan Fransiskan dari Gereja Katolik Roma dan Patriarkat Armenia, serta kalangan kristen Ortodoks Etiopia, Koptik, dan Suriah.

Tempat ini adalah salah satu tujuan ziarah utama bagi ratusan juta orang Kristen di seluruh dunia, yang mengunjungi makam kosong Yesus dan mencari penebusan dalam doa di lokasi tersebut di Yerusalem.

Masjid

Kawasan Muslim adalah yang terbesar dari keempat kawasan di Yerusalem dan berisi tempat suci Kubah Batu (Kubah As-Shakrah atau Dome of the Rock) dan Masjid al-Aqsa di dataran tinggi yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram Al Sharif.

Masjid tersebut merupakan tempat tersuci ketiga dalam Islam yang dikelola oleh sebuah lembaga wakaf di Yerusalem.

Umat Islam meyakini Nabi Muhammad SAW datang ke Masjidil Aqsa di Yerusalem  ini dari Mekkah dalam perjalanan malam Isra Miraj dan berdoa bersama roh dari para nabi.

Baca juga: Mengapa Pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel Sangat Kontroversial?

Beberapa langkah dari masjid Aqsa di Yerusalem terdapat Kubah As-Shakrah yang berisi batu fondasi, yang diyakini umat Islam sebagai tempat bertolak Muhammad menuju surga dalam peristiwa Isra Miraj.

Dinding

Di kawasan Yahudi di Yerusalem terdapat Kotel, Dinding Ratapan, atau Tembok Barat, sisa dari dinding penahan gunung tempat berdirinya Bait Suci zaman dulu.

Di dalam tempat suci di Yerusalem itu terdapat Ruang Maha Kudus, situs paling suci dalam agama Yahudi.

Umat Yahudi percaya tempat suci di Yerusalem itu sebagai tempat batu fondasi penciptaan dunia, dan tempat Abraham, atau Nabi Ibrahim, siap mengorbankan anaknya, Ishak atau Ismail.

Banyak orang Yahudi terutama di Yerusalem percaya Dome of the Rock adalah tempat Ruang Maha Kudus itu.

Baca juga: Kawasan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Dibuka secara Bertahap

Saat ini, Tembok Barat adalah tempat orang Yahudi bisa berdoa di lokasi terdekat ke Ruang Maha Kudus di Yerusalem.

Situs di Yerusalem ini dikelola oleh Rabi dari Tembok Barat dan setiap tahun menampung jutaan pengunjung. Orang-orang Yahudi dari seluruh dunia mengunjungi tempat ini untuk berdoa.  

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorVeronika Yasinta

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM