Malta Tetapkan 3 Orang sebagai Pelaku Pembunuhan Jurnalis Pengkritik Pemerintah - Kompas.com

Malta Tetapkan 3 Orang sebagai Pelaku Pembunuhan Jurnalis Pengkritik Pemerintah

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 06/12/2017, 12:05 WIB
Seorang perempuan menyalakan lilin dalam doa bersama di kota Sliema, Malta untuk mengenang jurnalis Daphne Caruana Galizia yang tewas akibat bom mobil.Matthew Mirabelli / AFP Seorang perempuan menyalakan lilin dalam doa bersama di kota Sliema, Malta untuk mengenang jurnalis Daphne Caruana Galizia yang tewas akibat bom mobil.

VALLETTA, KOMPAS,com - Malta menetapkan tiga dari 10 orang yang ditangkap Senin (4/12/2017) sebagai pelaku pembunuhan Daphne Caruana Galizia.

Galizia adalah jurnalis investigasi yang tewas setelah mobil yang dikendarainya meledak 16 Oktober lalu.

Perempuan 53 tahun itu dikenal sebagai jurnalis, dan aktivis anti-korupsi yang kerap mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Joseph Muscat.

Diwartakan Sky News Rabu (6/12/2017), tiga orang yang dituduh sebagai pelaku adalah Vincent Muscat (55), George Degiorgio (54), dan Alfred Degiorgio (52).

Selain dituduh menjadi pelaku, ketiganya juga dituduh merakit bom yang kemudian dipasang di mobil Galizia.

Baca juga : Polisi Malta Tangkap 10 Terduga Pelaku Pembunuhan Jurnalis Pengkritik Pemerintah

Ketiga orang itu menolak dakwaan di persidangan yang dihadiri oleh suami Galizia, Peter Caruana Galizia itu.

"Adapun tujuh orang lainnya dibebaskan dengan jaminan sembari menunggu penyelidikan mereka selesai dilakukan," tulis Sky News.

Kasus Galizia mendapat sorotan dari Parlemen Eropa yang berkunjung ke sana Sabtu (2/12/2017).

Anggota parlemen dari Portugal, Ana Gomes, merasa "terganggu" dengan kinerja para penegak hukum di sana.

Menurut Gomes, Malta tidak memberikan jawaban yang memuaskan tentang perkembangan investigasi.

"Hanya kepala staf Tuan Muscat, Keith Schembri yang muncul dan berbicara. Tidak ada yang lain," keluh Gomes.

Sementara anggota asal Partai Hijau Jerman, Sven Giegold menyatakan, selama dua hari kunjungan, dia khawatir tentang sistem penegakan hukum di Malta.

"Mereka seperti tidak berniat untuk serius menangani kasus ini. Sangat inkompeten," kecam Giegold.

Baca juga : Keluarga Jurnalis Malta yang Tewas Layangkan Gugatan Hukum kepada Polisi

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
SumberSky
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM