Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Memasuki Tahap Kedua - Kompas.com

Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Memasuki Tahap Kedua

Kompas.com - 25/11/2017, 14:13 WIB
Para pekerja sedang membangun fondasi Rumah Sakit Indonesia di Rakhine, Myanmar

MER-C/Deutsche Welle Para pekerja sedang membangun fondasi Rumah Sakit Indonesia di Rakhine, Myanmar

YANGON, KOMPAS.com - Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Mrauk U, Rakhine, Myanmar, kini telah memasuki tahap dua.

Groundbreaking baru saja dilakukan, dan saat ini juga tengah dilakukan pembangunan rumah dokter, dan perawat.

Sejak awal pembangunan, tenaga kerja yang diambil merupakan penduduk lokal agar dapat menjembatani perdamaian antara masyarakat Buddha dan Muslim.

"Jadi ada pekerja yang beragama Buddha, Islam, sehingga proses trust building pada communal level dengan sendirinya bisa mencair. Bisa kuat trust-nya melalui kegiatan-kegiatan ekonomi seperti ini," kata Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi.

Baca juga : Tiba di Myanmar, Menlu Bahas Pembangunan Rumah Sakit Indonesia

Tahap satu sudah selesai dilakukan yaitu penimbunan tanah untuk menghindari banjir tahunan dan pemagaran serta survei air bersih.

Retno mengungkapkan, pembangunan rumah sakit itu dilakukan bersama-sama. Bukan hanya pemerintah saja, tetapi juga dengan masyarakat, LSM, dan para donatur. 

Kendala dana untuk pembangunan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) adalah salah satu penggagas dibangunnya rumah sakit tersebut.

"Bentuk bangunan kami rancang untuk tahan terhadap angin kencang yang juga sering melewati daerah tersebut," kata Presidium MER-C, Joserizal Jurnalis.

Air tanah yang tidak sehat juga menjadi kendala maka diperlukan survei.

"Penyelesaiannya memerlukan waktu satu sampai dua tahun," kata dia.

Pembangunan tersebut menggunakan dana hasil sumbangan dari masyarakat Indonesia. Maka dari itu kendala utama pembangunan rumah sakit adalah dana.

"Kendala utama adalah dana karena kita mengandalkan dana dari masyarakat," katanya.

Pemulangan pengungsi

Mengenai kesepakatan antara Pemerintah Bangladesh dan Pemerintah Myanmar untuk memulangkan ratusan ribu warga etnis Rohingya, Joserizal berpendapat proses tersebut harus memiliki jaminan keamanan.

"Kalau perlu ada peace keeping force," katanya.

Perlu ada proses pembangunan yang optimal mengingat kedatangan kembali ratusan ribu warga tersebut, maka MER-C akan berusaha lebih giat untuk memenuhi kebutuhan pembangunan Rumah Sakit Indonesia itu.

Baca juga : Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Dinilai Jadi Awal Proses Rekonsiliasi

Saat ini MER-C terus mengirimkan bantuan kesehatan serta tenaga medis ke Rakhine.

"Tapi kalau ada publik yang memberikan amanah di luar masalah kesehatan, kita akan laksanakan seperti pembangunan rumah dan lain-lain," tuturnya.

EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM