Aung San Suu Kyi: Saya Berusaha Tidak Menaikkan Tensi Ketegangan - Kompas.com

Aung San Suu Kyi: Saya Berusaha Tidak Menaikkan Tensi Ketegangan

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 15/11/2017, 17:32 WIB
Pemimpin Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato nasional di Naypyidaw pada tanggal 19 September 2017.AFP/YE AUNG THU Pemimpin Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato nasional di Naypyidaw pada tanggal 19 September 2017.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Konselor Myanmar, Aung San Suu Kyi, membantah jika dirinya hanya diam saja melihat etnis minoritas Rohingya ditindas di Myanmar.

Sejak militer Myanmar melakukan operasi di Rakhine 25 Agustus lalu, ratusan orang Rohingya tewas.

Kemudian 600.000 rakyat yang lain memilih mengungsi di Banglades.

Suu Kyi mendapat sorotan tajam dari seluruh dunia karena tidak bereaksi terhadap krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di negerinya.

Rabu (15/11/2017), seperti dilansir kantor berita AFP, peraih Nobel Perdamaian 1990 itu angkat suara.

Baca juga : PM Abe Tawarkan Pinjaman Rp 13,5 Triliun ke Myanmar

Suu Kyi berkata, dia tidak ingin mengucapkan sesuatu yang bisa menaikkan tensi ketegangan baik bagi kubu pro-Rohingya maupun yang tidak.

"Saya berusaha mengatakan sesuatu secara akurat. Tidak sebatas enak didengar bagi satu pihak saja," kata Suu Kyi diplomatis.

AFP menulis, ucapan Suu Kyi yang sangat terkesan berhati-hati didasarkan kekhawatiran dari pendukungnya jika Suu Kyi mendukung Rohingya, hal itu bakal memantik kekecewaan dan kemarahan dari militer.

Imbasnya, junta militer bisa saja menggulingkan Suu Kyi, dan mengambil alih pemerintahan.

Meski secara de facto Suu Kyi menjadi pemimpin Myanmar pada 6 April 2016, junta militer masih memegang beberapa pos pemerintahan strategis.

Di antaranya kementerian pertahanan dan perbatasan Myanmar.

Selain itu, militer memiliki hak memveto setiap usaha untuk merubah konstitusi yang sudah mereka berlakukan.

Meski begitu, secara tersirat, militer juga mendengarkan kecaman dunia internasional yang datang kepada mereka.

Pada Senin (13/11/2017), militer mencopot Mayjen Maung Maung Soe dari jabatan sebagai Komandan Markas Barat di Rakhine.

Baca juga : Myanmar Copot Komandan Markas yang Membawahi Rakhine

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
SumberAFP
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM