Kisah Perang: Prajurit Jerman Ini Sendirian Hadapi Pasukan Uni Soviet Halaman 1 - Kompas.com

Kisah Perang: Prajurit Jerman Ini Sendirian Hadapi Pasukan Uni Soviet

Ervan Hardoko
Kompas.com - 15/11/2017, 14:18 WIB
Tentara Jerman saat memasuki Latvia pada musim panas 1941.Bundesarchiv Bild/Wikipedia Tentara Jerman saat memasuki Latvia pada musim panas 1941.

KOMPAS.com - Salah satu cara Adolf Hitler membius rakyat Jerman adalah dengan cara menyanjung mereka.

Menurut Hitler, rakyat Jerman adalah para Ubermensch atau manusia super sehingga memiliki hak untuk mendominasi atau mengeliminasi bangsa lain.

Sebagian besar rakyat Jerman memercayai omongan Hitler itu dan dampaknya ternyata amat luar biasa.

Salah satu yang amat mempercayai perkataan Hitler adalah Fritz Christen yang lahir pada 29 Juni 1921 di kota Wredenhagen.

Baca juga : Kisah Perang: Sniper AS Merayap 3 Hari demi Memburu Jenderal Vietnam

Seperti warga Jerman lainnya di masa itu, keluarga Fritz hidup miskin karena krisis ekonomi yang melanda setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia I.

Situasi mulai berubah ketika pada 1933 partai Nasional Sosialis atau Nazi meraih kekuasaan di Jerman.

Ketika ekonomi Jerman membaik, kondisi kehidupan keluarga Fritz juga membaik, rasa malu akibat kalah perang terlupakan, dan mereka amat mencintai Nazi.

Berkeinginan kuat ambil bagian dalam kemajuan negara, Fritz Christen kemudian bergabung dengan organisasi Pemuda Hitler sebelum hal itu menjadi kewajiban bagi warga Jerman.

Setelah lulus SMA, Fritz bergabung dengan Waffen-Schutzstaffel, sayap militer Partai Nazi. Dari situ Fritz bergabung dengan Divisi Panzer SS Ke-3 Totenkopf yang bekerja sebagai penjaga kamp-kamp konsentrasi.

Perang Dunia II kemudian pecah pada 1 September 1939. Setelah menaklukkan beberapa negara tetangganya, mata Hitler terarah ke timur, ke Uni Soviet.

Akhirnya, pada 22 Juni 1941, Jerman menggelar invasi ke Uni Soviet yang dikenal dengan nama Operasi Barbarossa.

Sebanyak 3 juta prajurit Jerman, disokong 650.000 tentara Finlandia dan Romania, melintasi perbatasan Uni Soviet terbagi dalam 134 divisi di tiga garis depan.

Italia, Kroasia, Slovakia, dan Hungaria juga mengirimkan tentaranya dalam serangan yang tersebar dari Laut Baltik di sisi utara bhingga Laut Hitam di sisi selatan.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Invasi Jerman ke Uni Soviet

Meski Uni Soviet sudah menduga akan diserang, tetap saja invasi Jerman yang berlangsung cepat ini membuat mereka terkejut.

Pada pertengahan September, unit tempat Fritz bertugas sudah berada di Distrik Demyansk, Novgorod sekitar 480 kilometer sebelah barat laut Moskwa.

Page:
PenulisErvan Hardoko
EditorErvan Hardoko
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM