Pemerintah India Sebut Masalah Polusi Udara Tak Perlu Dibesar-besarkan - Kompas.com

Pemerintah India Sebut Masalah Polusi Udara Tak Perlu Dibesar-besarkan

Agni Vidya Perdana
Kompas.com - 14/11/2017, 16:35 WIB
Suasana jalan di New Delhi yang diselimuti kabut tebal akibat polusi terparah, Selasa (7/11/2017). (AFP/Prakash Singh) Suasana jalan di New Delhi yang diselimuti kabut tebal akibat polusi terparah, Selasa (7/11/2017). (AFP/Prakash Singh)

NEW DELHI, KOMPAS.com - Kementerian Lingkungan India mengatakan permasalahan kabut akibat polusi asap yang tengah melanda ibu kota New Delhi dan kawasan utara negara itu tidak perlu dibesar-besarkan.

Menteri Lingkungan India, Harsh Vardhan mengatakan, cukup dengan tindakan pencegahan rutin untuk mengatasi apa yang disebut dokter selama ini sebagai keadaan darurat kesehatan.

"Saya tidak mengatakan kita tidak harus melakukan apa-apa. Setiap orang harus menanggapi apa yang seharusnya dilakukannya. Tapi tidak perlu sampai menyebar kepanikan di antara orang-orang," kata Vardhan.

Baca juga: Asap Tebal, Belasan Mobil Tabrakan Beruntun di Jalan Tol

Vardhan lantas membandingkan keadaan polusi saat ini dengan kasus kebocoran gas di Bhopal pada 1984 yang menewaskan 25.000 orang.

Menurutnya, tragedi di Bhopal adalah situasi di mana Anda harus panik dan melihat apa yang harus dilakukan.

Sedangkan untuk kasus saat ini, Vardhan menyebut, tindakan pencegahan rutin sudah cukup untuk mengatasi dampak polusi di udara.

Sementara Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kadar polusi udara di New Delhi dan sebagian wilayah utara India lainnya telah jauh di atas batas yang bisa ditoleransi.

Pemerintah India dinilai telah gagal melakukan tindakan pencegahan terhadap peningkatan polusi.

Dilansir dari AFP, kadar partikel PM2.5 di New Delhi pada Selasa (14/11/2017) masih pada level yang berbahaya, yakni 400.

Kota tersebut juga tercatat sebagai ibu kota paling berpolusi di dunia menurut WHO, dengan tingkat polusi yang telah melebihi Beijing di China.

Baca juga: Aktivitas di India Nyaris Lumpuh akibat Kabut Polusi Terparah

PenulisAgni Vidya Perdana
EditorAgni Vidya Perdana
SumberAFP
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM