Puigdemont: Solusi dengan Tidak Memisahkan Diri dari Spanyol Bisa Dipertimbangkan - Kompas.com

Puigdemont: Solusi dengan Tidak Memisahkan Diri dari Spanyol Bisa Dipertimbangkan

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 13/11/2017, 21:08 WIB
Pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, menandatangani deklarasi kemerdekaan wilayah itu dari Spanyol,  Selasa (10/10/2017) waktu setempat, namun menunda pemisahan diri secara resmi dan menyerukan dialog dengan Madrid. AFP Pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, menandatangani deklarasi kemerdekaan wilayah itu dari Spanyol, Selasa (10/10/2017) waktu setempat, namun menunda pemisahan diri secara resmi dan menyerukan dialog dengan Madrid.

BRUSSELS, KOMPAS.com - Presiden tersingkir Catalonia, Carles Puigdemont, menyatakan dia siap mempertimbangkan segala solusi yang diperlukan untuk menyelesaikan krisis Catalonia.

Termasuk, jika solusi itu membuat Catalonia tidak memisahkan diri dari Spanyol.

Perkataan itu dilontarkan Puigdemont dalam wawancara dengan harian Belgia, Le Soir, seperti dikutip reuters.com Senin (13/11/2017).

Puigdemont sudah berada di Belgia selama tiga pekan setelah dia dan kabinetnya dipecat Spanyol buntut dari deklarasi kemerdekaan yang dinyatakan pada 27 Oktober.

Pemimpin 54 tahun itu menjelaskan, sepanjang hidupnya, dia selalu menginginkan kemerdekaan bagi Catalonia.

Baca juga : Puigdemont Tuduh UE Bantu Spanyol Hambat Kemerdekaan Catalonia

Namun, dia tidak menampik jika ada solusi untuk mempertahankan Catalonia tetap menjadi bagian dari Spanyol.

"Saya siap, sangat siap, untuk menyambut kenyataan ada bentuk hubungan baru dengan Spanyol. Hal itu masih mungkin," kata Puigdemont.

Tidak dijelaskan seperti apa bentuk hubungan yang diinginkan Puigdemont untuk menyelesaikan krisis di Catalonia.

Krisis yang dimulai sejak referendum kemerdekaan 1 Oktober lalu itu tidak hanya memecah Catalonia menjadi kubu yang mendukung kemerdekaan, dan yang masih menginginkan Catalonia tetap bersama Spanyol.

Namun juga menciptakan krisis ekonomi dimana banyak pengusaha, dan bank terkemuka Spanyol, memindahkan kantor pusatnya dari Catalonia.

Madrid melalui Perdana Menteri Mariano Rajoy mengumumkan pemilu pada 21 Desember mendatang.

Selain itu, otoritas hukum Spanyol memerintahkan surat perintah penangkapan Eropa (EAW) kepada Puigdemont dan empat menterinya karena didakwa melakukan tindakan makar, menghasut, dan menyalahgunakan anggaran publik.

Baca juga : Puigdemont Yakin Ada Upaya Penindasan dan Kekerasan dari Spanyol

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
SumberReuters
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM