Myanmar Copot Komandan Markas yang Membawahi Rakhine - Kompas.com

Myanmar Copot Komandan Markas yang Membawahi Rakhine

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 13/11/2017, 20:16 WIB
Pengungsi menunggu antrean dokter di kamp pengungsian Balukhali, Bangladesh, Senin (6/11/2017). (AFP/Dibyangshu Sarkar) Pengungsi menunggu antrean dokter di kamp pengungsian Balukhali, Bangladesh, Senin (6/11/2017). (AFP/Dibyangshu Sarkar)

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Di tengah kecaman dunia internasional atas krisis Rohingya yang terjadi sejak 2015, pemerintah Myanmar membuat keputusan mengejutkan di struktur militernya.

Negara pimpinan Aung San Suu Kyi itu mencopot Mayjen Maung Maung Soe dari jabatan Komandan Markas Barat di Negara Bagian Rakhine.

Rakhine adalah wilayah yang didiami oleh etnis minoritas Rohingya sejak abad kesembilan.

Mayjen Aye Lwin menyatakan, seperti dilansir Sky News, Soe ditempatkan di korps cadangan dan berstatus perwira tinggi non-job.

"Aku tidak tahu apa alasannya (pencopotan)," kata Lwin. Posisi Soe digantikan oleh Brigjen Soe Tint Naing.

Baca juga : 25.000 Anak Etnis Rohingya di Pengungsian Alami Gizi Buruk

Sejak operasi militer yang dilakukan Myanmar pada Mei 2015, 600.000 lebih etnis Rohingya keluar dari Rakhine dan mengungsi ke Banglades.

Gelombang pengungsi dimulai pada akhir Agustus setelah Myanmar membalas milisi Rohingya yang menyerang 20 pos polisi di Rakhine, dan menewaskan 12 petugas.

Amnesti Internasional menyatakan, militer militer Myanmar dianggap bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan, perkosaan, dan pembumihangusan yang sistematis.

Pemerintah mengklaim pihak teroris yang tewas 400 orang. Namun, PBB memprediksi jumlahnya mencapai 1.000 orang.

Baca juga : Negara Islam Desak PBB Perjuangkan Nasib Rohingya

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
SumberSky
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM