Pemerintah Hyderabad Tawarkan Rp 103.000 bagi Pelapor Pengemis - Kompas.com

Pemerintah Hyderabad Tawarkan Rp 103.000 bagi Pelapor Pengemis

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 13/11/2017, 17:05 WIB
Para pengemis yang berada di sebuah pusat rehabilitasi di Hyderabad, India. Jelang kedatangan Ivanka Trump, Hyderabad makin gencar mengampanyekan anti-pengemisTS SUDHIR Para pengemis yang berada di sebuah pusat rehabilitasi di Hyderabad, India. Jelang kedatangan Ivanka Trump, Hyderabad makin gencar mengampanyekan anti-pengemis

HYDERABAD, KOMPAS.com - Jelang kedatangan Ivanka Trump, Pemerintah Kota Hyderabad, India, makin serius untuk membersihkan wilayah mereka dari pengemis.

Putri dari Presiden Amerika Serikat ( AS), Donald Trump itu dijadwalkan menghadiri Konferensi Kewirausahaan Sedunia yang bakal digelar di Hyderabad 28-29 November nanti.

BBC memberitakan, pemerintah setempat menawarkan 500 rupee India, sekitar Rp 103.000, bagi masyarakat yang bersedia melaporkan adanya pengemis di sekitar rumah mereka.

Kepala pusat rehabilitasi Hyderabad, M Sampat berkata pemberian uang itu merupakan inisiatif departemen penjara.

"Tujuannya untuk memastikan publik Hyderabad efektif mengimplementasikan pencegahan tindakan mengemis," kata Sampat.

Baca juga : Putri Trump Datang, India Larang Pengemis Berkeliaran di Jalan

Selama di pusat rehabilitasi, Sampat mengatakan para pengemis itu bakal diajarkan keterampilan dasar yang bisa dibutuhkan di industri padat karya.

Sejak kampanye anti-pengemis digaungkan, pemerintah kota melansir sudah menciduk 366 pengemis.

238 di antara 366 pengemis yang ditangkap kembali ke tempat asal mereka setelah berjanji tidak akan mengemis lagi.

Direktur Jenderal Penjara Telangana, VK Singh berujar, jajarannya sudah mempunyai trik jitu untuk memastikan para pengemis itu tidak kembali beraksi.

Petugas di pusat rehabilitasi akan merekam data biometrik setiap pengemis, atau pihak yang diduga pengemis.

Baca juga : Pengemis di Kramat Sentiong Diamankan dengan Emas dan Uang Rp 23 Juta

Petugas akan membuatkan Kartu Aadhaar, yakni jenis kartu yang memuat data biometrik seseorang di India.

"Kami jadi bisa memantau pergerakan mereka di masa mendatang," beber Singh.

Pemberian insentif 500 rupee India bagi pelapor pengemis, dan melaksanakan perekaman biometrik, membuat sekitar 5.000 pengemis keluar dari Hyderabad, demikian laporan BBC.

Organisasi pemerintah yang fokus kepada usaha pemberantasan pengemis, G Ramaiah, menyebut solusi yang dibuat oleh pemerintah kota sangatlah cerdas.

Sebelumnya, Komisaris Polisi Hyderabad, M Mahendar Reddy, dilaporkan telah mengeluarkan perintah larangan tersebut pada pekan ini.

Aturan tersebut mengatur kepada pengemis untuk tidak meminta-minta di jalanan dan tempat publik lain.

Mereka dinilai menyebabkan gangguan, menghambat jalan dan membahayakan lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki.

Operasi melarang pengemis di Hyderabad bakal berlaku hingga 7 Januari 2018.

Baca juga : Berangkat Mengemis Naik Motor, Pengemis Ini Punya Rumah Dua Lantai

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
SumberBBC
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM