Mugabe Pecat Wakilnya demi Muluskan Jalan Sang Istri Jadi Presiden - Kompas.com

Mugabe Pecat Wakilnya demi Muluskan Jalan Sang Istri Jadi Presiden

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 07/11/2017, 09:25 WIB
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe didampingi putrinya Bona (kiri) dan istrinya, Grace saat menghadiri pesta ulang tahun ke-91 yang digelar di kawasan wisata Victoria Falls, Sabtu (28/2/2015).AP Photo/Tsvangirayi Mukwazhi Presiden Zimbabwe Robert Mugabe didampingi putrinya Bona (kiri) dan istrinya, Grace saat menghadiri pesta ulang tahun ke-91 yang digelar di kawasan wisata Victoria Falls, Sabtu (28/2/2015).

HARARE, KOMPAS.com — Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dikenal sebagai sosok pemimpin diktator dan tiran.

Kediktatoran itu terlihat dari keputusannya memecat wakilnya, Emmerson Mnangagwa, Senin (6/11/2017).

Menteri Informasi Zimbabwe Simon Khaya Moyo menyatakan, Mnangagwa dipecat karena tidak profesional dalam menjalankan tugas.

" Wakil Presiden bersikap tidak loyal, tidak menghormati Presiden, dan curang," kata Moyo seperti dikutip BBC.

Mnangagwa, yang merupakan mantan Kepala Intelijen Zimbabwe, menjadi sosok yang populer di kalangan rakyat.

Baca juga: Sebut Mugabe Pria Penyakitan, Perempuan AS Ditahan di Zimbabwe

Pria 75 tahun itu digadang-gadang menjadi suksesor Mugabe yang kini telah berusia 93 tahun dan berkuasa selama 40 tahun sejak 22 Desember 1977.

BBCmenulis, pemecatan itu diduga merupakan cara Mugabe memuluskan jalan istrinya, Grace Marufu, maju menjadi presiden.

Grace berniat mencalonkan diri ketika berkampanye di Stadion Harare, Minggu (5/11/2017).

Selama beberapa bulan terakhir, Mnangagwa terlibat perang komentar dengan Grace.

Agustus lalu, Mnangagwa menuduh Grace mencoba meracuninya ketika tengah dirawat di Johannesburg, Afrika Selatan, dan Grace langsung membantah tuduhan tersebut.

Grace, yang menjalin perselingkuhan dengan Mugabe 1987 silam, adalah sosok kontroversial.

Tidak hanya dikenal sebagai perempuan yang glamor, boros, dan gila belanja, Grace juga memiliki beberapa macam tuduhan kekerasan.

Misalnya, 18 Januari 2009. Saat itu, Grace memerintahkan pengawal pribadinya menyerang fotografer Sunday Times, Richard Jones, di luar hotelnya.

Grace juga dituduh melakukan kekerasan terhadap model asal Afrika Selatan, Gabriella Engels, pada Agustus lalu.

Dua kasus itu berakhir tanpa ada hukuman bagi Grace karena dia memiliki imunitas politik.

Baca juga: Mugabe Ingin Hukuman Mati Kembali Diberlakukan

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
SumberBBC
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM