Mugabe Ingin Hukuman Mati Kembali Diberlakukan - Kompas.com

Mugabe Ingin Hukuman Mati Kembali Diberlakukan

Kompas.com - 01/11/2017, 22:00 WIB
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe ingin kembali memberlakukan hukuman mati di negaranya.Phill Magakoe / AFP Presiden Zimbabwe Robert Mugabe ingin kembali memberlakukan hukuman mati di negaranya.

HARARE, KOMPAS.com - Presiden Zimbabwe Robert Mugabe mengatakan ingin memberlakukan kembali sanksi hukuman mati di negaranya.

Hal tersebut setelah ada lebih dari 50 orang melamar untuk posisi algojo hukuman gantung yang sebelumnya sempat kosong.

Hukuman mati memang telah ada di buku undang-undang kenegaraan Zimbabwe.

Namun sejak 2005, tak ada lagi tahanan yang dieksekusi mati setelah petugas eksekusi yang tersisa pensiun.

"Saya berpikir untuk memberlakukan kembali hukuman mati," ujar Mugabe saat menghadiri pemakaman seorang veteran perjuangan kemerdekaan negara itu.

Baca juga: Istri Mugabe Gugat Pengusaha Terkait Cincin Bernilai Rp 18 Miliar

Dilansir AFP, Mugabe yang kini berusia 93 tahun mengaku terkejut saat menerima laporan terkini dari kepala kepolisian akan tingginya kejahatan pembunuhan di Zimbabwe.

"Orang-orang bermain dengan kematian dengan saling membunuh satu sama lain," kata Mugabe.

"Inikah alasan kita membebaskan negara ini? Kita ingin negeri ini damai dan bahagia, bukan negeri dengan orang-orang yang saling membunuh," tambahnya.

Organisasi hak asasi manusia, termasuk Amnesti Internasional telah meminta kepada Zimbabwe untuk menghapuskan sanksi hukuman mati untuk selamanya.

Baca juga: Kontroversial, Presiden Mugabe Ditunjuk Jadi Duta WHO


EditorAgni Vidya Perdana
SumberAFP
Komentar

Terkini Lainnya

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Islam Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Islam Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Regional
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional
Pengendara Moge Tanpa Helm Nekat Terobos Pintu Tol di Makassar

Pengendara Moge Tanpa Helm Nekat Terobos Pintu Tol di Makassar

Regional
Harapan Menpora dari Ajang Pemanduan dan Identifikasi Bakat

Harapan Menpora dari Ajang Pemanduan dan Identifikasi Bakat

Olahraga
Pria di Inggris Pura-pura Sakit Demi Menumpang Ambulans ke Rumah Sakit

Pria di Inggris Pura-pura Sakit Demi Menumpang Ambulans ke Rumah Sakit

Internasional
Berenang di Danau Sunter, Tim Menteri Susi Masih Temukan Lumpur

Berenang di Danau Sunter, Tim Menteri Susi Masih Temukan Lumpur

Megapolitan
Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi Ditangkap Tim Saber Pungli

Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi Ditangkap Tim Saber Pungli

Regional
Tinjau Danau Sunter, Menteri Susi Bilang 'Ini Kerja Wali Kota, Tidak Ada Bau'

Tinjau Danau Sunter, Menteri Susi Bilang "Ini Kerja Wali Kota, Tidak Ada Bau"

Megapolitan

Close Ads X