Balai Bahasa Indonesia Queensland Diresmikan - Kompas.com

Balai Bahasa Indonesia Queensland Diresmikan

Kompas.com - 01/11/2017, 07:25 WIB
Dubes RI untuk Australia Yonanes Kristiarti Soeryo Legowo menggunting pita tanda peresmian Balai Bahasa dan Budaya Indonesia Queensland di University of Queensland, Brisbane, Australia, Selasa (31/10/2017).Kompas.com/Krisiandi Dubes RI untuk Australia Yonanes Kristiarti Soeryo Legowo menggunting pita tanda peresmian Balai Bahasa dan Budaya Indonesia Queensland di University of Queensland, Brisbane, Australia, Selasa (31/10/2017).

BRISBANE, KOMPAS.com - Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo meresmikan Balai Bahasa dan Budaya Indonesia Queensland (BBBIQ), Selasa (31/10/2017). 

Peresmian yang disaksikan 100 undangan ini berlangsung di University of Queensland, Brisbane, Australia.

Dalam sambutannya, Kristiarto berharap BBBIQ bisa menjadi jembatan penghubung antara masyarakat Indonesia dan Australia.

"Karena budaya dan bahasa adalah media yang paling efektif untuk membangun saling pengertian," kata Kristiarto.

Menurut mantan Dubes RI untuk Filipina ini, selama ini hubungan bilateral kedua negara di level pemerintah sangat baik dan harmonis.

(Baca: Jokowi Akan Resmikan Balai Bahasa Indonesia di Australia)

Namun, lanjut dia, itu tidak bakal berarti jika di tingkat masyarakat tak terbangun saling pengertian dan kerukunan.

Untuk itu, dia berharap BBBIQ mampu mengambil peran untuk membangun saling pemahaman di antara masyarakat kedua negara tetangga ini.

"Harapan kita, antusiasme orang australia untuk mengenal Indonesia secara lebih baik dapat kita majukan. Dan kedua setelah mereka mengenal Indonesia secara lebih baik harapan kita mereka punya persepsi yang lebih akurat mengenai indonesia," ujar Kristiarto.

Dubes RI untuk Australia Yohanes Kristiarto Soeryo LegowoKompas.com/Krisiandi Dubes RI untuk Australia Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo
Menurut dia, saling memahami di level masyarakat akan berdampak positif untuk pembangunan kerja sama kedua negara.  

BBBIQ terbentuk atas inisiasi Konsul Jenderal RI untuk Negara Bagian New South Wales, Queensland dan South Australia Yayan GH Mulyana.

Yayan menuturkan lahirnya BBBIQ dalam rangka mendukung program Presiden Joko Widodo yang meminta untuk lebih menggencarkan promosi Indonesia di Australia.

Menurut Yayan BBBIQ dikonsep sejak April tahun ini. "BBBIQ dalam rangka mempererat hubungan Indonesia dan Australia.

Dan keeratan hubungan ini diterjemahkan lewat budaya dan bahasa," ujar diplomat asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini.

Sebelum di Queensland, balai serupa sudah terbentuk di Negara Bagian New South Wales dan Western Australia. 

Sementara itu, Ketua Umum BBBIQ Halim Nataprawira mengatakan, salah satu fungsi BBBIQ adalah memperluas pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah di Australia. Selain itu, balai juga fokus mempromosikan budaya Indonesia di Negeri Kanguru itu.

Halim mengaku berat untuk menjalankan fungsi tersebut. Bahkan, kata dia, targetnya saat ini adalah hanya mempertahankan jumlah sekolah yang masih mengajarkan bahasa Indonesia.

"Kita coba pertahankan," ujar Halim.

(Baca: Nan Jauh di Sana, Orang Rusia Mulai Belajar Bahasa Indonesia)

Halim bercerita hingga akhir 90'an, masih banyak sekolah di Queensland yang mengajarkan Bahasa Indonesia. Namun, sejak peristiwa bom Bali, pengajaran Bahasa Indonesia merosot drastis.

"Karena ada sentimen di sini," ujar dia.

"Namun dengan berbagai kendala, kami siap untuk setidaknya mempertahankan jumlah yang ada saat ini,"

Halim mengaku sudah menyusun program, bahkan dalam waktu dekat pihaknya bakal menggelar pertunjukan grup kebudayaan Indonesia di satu sekolah di Brisbane.

Diberitakan sebelumnya, minat mengajar dan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di Negara Bagian Queensland, Australia terus mengalami tren penurunan.

Padahal, di era 90-an, Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa asing yang cukup mendapat perhatian dari sekolah-sekolah di Australia.

Sebanyak 70 persen sekolah di Queensland tak meneruskan program Bahasa Indonesia sejak 2003.

(Terkait BBBIQ dan Bahasa Indonesia di Australia bisa dibaca di "Melestarikan" Bahasa Indonesia di Queensland)

Kompas TV Selfie dalam KBBI adalah Swafoto


EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional

Close Ads X