Bola Kristal Bikin Ilmuwan Ragukan Karya Leonardo da Vinci Ini - Kompas.com

Bola Kristal Bikin Ilmuwan Ragukan Karya Leonardo da Vinci Ini

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 19/10/2017, 20:45 WIB
Orang-orang memotret lukisan Salvator Mundi yang tengah dipamerkan. Lukisan ini diragukan karena bola kristal yang dibawa Yesus Kristus tidak membelokkan cahaya.Jerome Favre/EPA Orang-orang memotret lukisan Salvator Mundi yang tengah dipamerkan. Lukisan ini diragukan karena bola kristal yang dibawa Yesus Kristus tidak membelokkan cahaya.

LONDON, KOMPAS.com - Sebuah lukisan mahakarya Leonardo da Vinci mengundang perdebatan dari kalangan intelektual karena dianggap menimbulkan teka-teki aneh.

Salvator Mundi (Juru Selamat Dunia) bakal dilelang di Balai Lelang Christie, New York, dengan estimasi harga mencapai 100 juta dollar AS (Rp 1,3 triliun).

Dalam lukisan tersebut, Yesus Kristus digambarkan memakai pakaian zaman Renaisans dan tengah memberkati dunia dengan tangan kanan-Nya. Sementara tangan kiri-Nya memegang sebuah bola kristal.

Nah, yang menjadi perdebatan adalah studi yang dilakukan oleh penulis Leonardo da Vinci: the Biography, Walter Isaacson.

Dalam penjelasannya, seperti dilaporkan The Guardian, Isaacson heran mengapa seorang Da Vinci yang dikenal sebagai pelukis, ilmuwan, penemu, dan insinyur tidak memasukkan unsur ilmiah dalam lukisannya.

Isaacson mengritisi bagian lukisan yang memperlihatkan Yesus memegang bola kristal.

Baca: Misteri Ibu Leonardo da Vinci Terungkap, Siapa Dia?

Menurutnya, kesalahan yang dibuat Da Vinci adalah dia tidak memperhitungkan distorsi optik bola kristal tersebut.

Kalau mata awam melihat lewat bola kristal, seharusnya baik tangan maupun garis pada jubah biru Yesus seakan berbelok karena mengalami pembiasan cahaya.

Namun, lukisan itu memperlihatkan tidak ada distorsi optik antara tangan Yesus dengan jubahnya.

"Leonardo melukis bola itu seakan bola itu tembus pandang sehingga tidak menimbulkan pembelokkan cahaya," ujar Isaacson.

Hal ini sangatlah ironi kata Isaacson.

Sebab, pada 1506-1513, momen ketika Da Vinci menyelesaikan Salvator Mundi, seniman asal Firenze itu tengah tertarik dengan studi optik dan cahaya.

Hal ini, seperti dikutip dalam The Guardian, membuat sejumlah kalangan mulai meragukan keaslian lukisan yang direstorasi Galeri Nasional London pada 2011 itu.

Frank Zoellner, pakar dari Universitas Leipzig, Jerman, pada 2013 sempat menyebut bahwa Salvator Mundi merupakan "karya murid Da Vinci, atau mungkin orang yang mengaguminya."

Adapun Direktur ArtWatch Inggris, Michael Daley mengatakan dengan cukup bijak bahwa Salvator Mundi adalah sebuah lukisan yang kosong, datar, tidak bisa menjelaskan apapun, dan wujud Yesus "dipotong dengan serampangan."

Baca: Di Vietnam, Seniman Pamer Lukisan dan Kesenian Borobudur

Menggapi berbagai pertanyaan soal keaslian tersebut, Balai Lelang Christie mengatakan, jika Da Vinci mengikuti kaidah optik, maka latar belakang lukisannya seharusnya terdistorsi.

" Lukisan Da Vinci dikenal karena misteri dan ambiguitasnya," demikian pernyataan resmi Christie.

"Menurut kami, dirinya sengaja tidak memasukkan distorsi optik karena akan mengganggu obyek di belakangnya," lanjut Christie.

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM