Dituduh Berciuman di Mobil, Pasangan Kekasih Divonis 4 Bulan Bui - Kompas.com

Dituduh Berciuman di Mobil, Pasangan Kekasih Divonis 4 Bulan Bui

Veronika Yasinta
Kompas.com - 19/10/2017, 10:52 WIB
Nassim Ouadi, seorang pengusaha Perancis-Aljazair berusia 33 tahun yang divonis penjara empat bulan karena dituduh melakukan aktivitas seks bersama kekasihnya di dalam mobil, di pinggiran Kota Tunis, Tunisia, awal bulan Oktober lalu.  VIA Times of Israel Nassim Ouadi, seorang pengusaha Perancis-Aljazair berusia 33 tahun yang divonis penjara empat bulan karena dituduh melakukan aktivitas seks bersama kekasihnya di dalam mobil, di pinggiran Kota Tunis, Tunisia, awal bulan Oktober lalu.

TUNIS, KOMPAS.com - Seorang pria Perancis dan perempuan Tunisia ditangkap dan dijatuhi vonis penjara karena dituduh berciuman di dalam mobil.

Mobil yang mereka bawa dihentikan di jalan, dan keduanya ditahan. Peristiwa itu terjadi pada 1 Oktober 2017 lalu, di pinggiran Kota Tunis, Tunisia.

Laman Times of Israel memberitakan, lelaki tersebut diidetifikasi sebagai Nassim Ouadi, seorang pengusaha Perancis keturunan Aljazair berusia 33 tahun.

Sementara pacarnya, adalah perempuan berusia 44 tahun yang tak disebutkan identitas lengkapnya.

Mereka dianggap melanggar hukum karena telah berbuat mesum di ruang publik. 

Dalam persidangan yang digelar pada 4 Oktober 2017 lalu, Nassim Ouadi dijatuhi hukuman 4,5 bulan penjara. 

Baca: Sepasang Kekasih Berhubungan Seks di Pesawat, Abaikan Penumpang Lain

Sementara, si wanita diganjar hukuman tiga bulan penjara. 

Namun kemudian, pasangan yang bersikukuh hanya berpelukan itu mendapat pengurangan hukuman.

Keringanan itu diberikan otoritas setempat, menyusul kemarahan warga yang meluas di media sosial dan juga desakan pers, terkait peristiwa tersebut.

Nassim Ouadi lalu diberi hukuman empat bulan penjara dengan tuduhan melakukan perbuatan mesum di ruang publik dan menolak mematuhi polisi.

Sementara, si wanita diganjar hukuman kurung selama dua bulan dengan tuduhan perbuatan mesum di ruang publik saja.

Baca: Kisah Perempuan Tunisia Mengembalikan Keperawanan

"Ini keputusan independen," kata Jurubicara kantor kejaksaan setempat, Sofiene Sliti, kepada AFP.

"Apa yang sedang ramai di nasional dan internasional itu salah, -mereka tidak ditangkap karena ciuman, tapi pasangan itu telanjang," tambah dia. 

Dalam persidangan hari Rabu (18/10/2017), tangis sang wanita tak terbendung ketika hakim membaca keterangan polisi.

Di sana disebutkan, pasangan itu sedang melakukan aktivitas seksual ketika mobil mereka dihentikan.

Wanita itu pun membantah keterangan tersebut. Dia mengaku, kekasihnya hanya memeluk saat polisi berpakaian preman menghentikan mobil, dan menyuruh keduanya keluar.

Kepada hakim, sang pria mengaku sempat mencoba merekam tindakan polisi sehingga bisa mengajukan keluhan atas tindakan para polisi.

Baca: Manfaat Ciuman bagi Kesehatan

Selain itu, banyak pengacara yang membela untuk pembebasan pasangan tersebut.

Kasus ini pun telah memicu kegemparan warga, sejalan dengan moral dan perilaku polisi Tunisia yang kerap menjadi sorotan. 

Nassim Ouadi juga mengeluhkan bahasa yang digunakan polisi, karena dia tidak mengerti bahasa Arab.

"Hal yang normal kalau dia bereaksi buruk ketika hak dasarnya dilanggar," kata pengacara, Ghazi Mrbate, saat kliennya Nassim Ouadi dituduh mengintimidasi polisi.

Mantan Wakil Kepala Polisi Nadia Chaabane, yang juga tergabung dalam kelompok pendukung pasangan itu, menyoroti sistem peradilan dan penyalahgunaan kekuasaan.

"Kasus ini memperlihatkan kurangnya  penghormatan terhadap warga negara dan hak mereka, juga pelanggaran terhadap kebebasan individu," kata Chaabane.

"Masalahnya adalah kita sekarang mendapat hakim yang menerima semua pelanggaran itu," kata dia sebelum mengikuti sidang.

Baca: Kenalan di FB, Berhubungan Seks, Minta Nikah, Lalu Larikan Mas Kawin

PenulisVeronika Yasinta
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM