Menikmati Pijatan Hangat Emma, Rp 680 Ribu per 20 Menit, Mau? - Kompas.com

Menikmati Pijatan Hangat Emma, Rp 680 Ribu per 20 Menit, Mau?

Kompas.com - 13/10/2017, 17:09 WIB
Dalam foto yang diambil pada tanggal 12 Oktober 2017,  Emma, si robot pemijat melakukan pemijatan pada pasien Elaine Low (35), di klinik pengobatan tradisional China (TCM) NovaHealth di Singapura. AFP/ROSLAN RAHMAN Dalam foto yang diambil pada tanggal 12 Oktober 2017, Emma, si robot pemijat melakukan pemijatan pada pasien Elaine Low (35), di klinik pengobatan tradisional China (TCM) NovaHealth di Singapura.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Sebuah robot yang bertugas sebagai tukang pijat mulai "bekerja" di Singapura.

Robot yang diberi nama Emma ini menawarkan pijatan berteknologi tinggi dengan lengan logam raksasa berujung silikon hangat.

Pembuat robot ini mengklaim sentuhan yang diberikan Emma benar-benar meniru pijatan manusia.

Robot yang merupakan realisasi dari gagasan sebuah perusahaan startup lokal AiTreat, mulai bekerja di klinik pengobatan tradisional China (TCM) NovaHealth, pekan ini.

Emma menawarkan jasa pijat "tui na", sebuah jenis pijat yang dipraktikkan dalam pengobatan tradisional China.

Baca: Apakah Bercinta dengan Robot Termasuk Selingkuh?

Emma bukan sembarang nama. Nama tersebut adalah kependekan dari Expert Manipulative Massage Automation.

Robot ini terdiri dari lengan logam putih dengan sentuhan silikon hangat yang meniru telapak tangan dan ibu jari manusia.

Pelanggan dapat menikmati pijatan sambil berbaring di tempat tidur. 

Dengan membayar 50 dollar AS atau kira kira Rp 680 ribu, pelanggan di klinik ini berhak mendapatkan jasa pijat robotik selama 20 menit.

Pemijatan bisa dilakukan di punggung, atau di bagian tubuh lain yang mengalami keluhan. 

Baca: Unik, Hotel di Jepang Pekerjakan 140 Robot Sebagai Stafnya

Paket yang ditawarkan adalah, pada lima menit pertama, pelanggan akan dipijat oleh terapis manusia, dan 20 menit selanjutnya, Emma-lah yang mengambil alih tugas. 

Calista Lim, dokter asal Beijing di klinik NovaHealth mengatakan, robot tersebut memudahkan beban kerjanya.

Dengan robot ini, Lim bisa memusatkan perhatiannya dalam memeriksa lebih banyak pasien.

"Untuk terapis biasa, ada hari-hari di mana mereka tak terlalu bersemangat untuk bekerja," kata Lim kepada AFP.

"Tapi untuk Emma, begitu aku minta dia bekerja, dia akan langsung bekerja." 

Baca: Akankah Robot Menggantikan Manusia sebagai Guru dalam 10 Tahun?

Dia mengatakan, robot pijat ini juga berguna dalam mengatasi kekurangan tenaga kerja. Sebab, selama ini sulit menemukan terapis yang baik di Singapura.

"Tui na" adalah metoda pijat yang melibatkan tekanan pada titik-titik tertentu dari tubuh.

Praktisi pengobatan China percaya bahwa hal itu dapat membantu meringankan berbagai penyakit dari sakit kepala hingga depresi.

Zhang Yizhong, Chief Executive AiTreat, yang dibina Nanyang Technological University, mengatakan, Emma menggunakan sensor untuk mendeteksi kekakuan pada tubuh manusia.

Lalu, Emma pun bisa membaca seberapa baik darah mengalir pada tubuh pasien, hingga bisa menghasilkan pijat yang lebih efektif.

Baca: Robot Canggih Ini Bor Kepala Manusia dan Bedah Otak dalam 2,5 Menit

Meski begitu, Lim mengakui beberapa pasien pada awalnya khawatir untuk menjadi pelanggan robot ini. "Karena mereka menonton banyak film horor," ungkap Lim.

Namun, umumnya pasien-pasien tersebut kemudian menyambut baik penemuan ini, bergitu merasakan sensasi yang diberikan Emma.

Elaine Low misalnya. Wanita 35 tahun yang menderita sakit punggung ini mengaku amat menikmati pengalaman bersama Emma.

"Rasanya sangat hangat, sangat nyaman," kata Low.

Pengobatan tradisional China, yang menggunakan obat-obatan dan teknik herbal seperti akupunktur, sangat populer di Singapura.

Sebagian besar penduduk negeri singa itu adalah etnis China.

Baca: Samsung Rilis Robot Pembersih Star Wars

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM