Duterte Masih Menjadi Harapan Terbaik bagi Warga Tertinggal Halaman 1 - Kompas.com

Duterte Masih Menjadi Harapan Terbaik bagi Warga Tertinggal

Karim Raslan
Kompas.com - 13/10/2017, 15:10 WIB
Seluruh keluarga Manuel berbagi dua kamar tidur dengan empat tempat tidur susun dan beberapa kasur dilantai. Manuel dari La Loma, Filipina, adalah pendukung kuat program ?Perang Narkoba? Presiden Duterte karena dia percaya bahwa lingkungannya sekarang lebih aman untuk keluarganya.
Dok Karim Raslan Seluruh keluarga Manuel berbagi dua kamar tidur dengan empat tempat tidur susun dan beberapa kasur dilantai. Manuel dari La Loma, Filipina, adalah pendukung kuat program ?Perang Narkoba? Presiden Duterte karena dia percaya bahwa lingkungannya sekarang lebih aman untuk keluarganya.

SELAMA 45 tahun terakhir, Manuel S Abad dan keluarganya menyewa rumah yang sama di La Loma, lingkungan yang sangat padat di kota Quezon – bagian dari konurbasi Metro Manila yang luas dan berpenduduk 28 juta jiwa.

Luas rumahnya hanya 60 meter persegi. Bersama lima orang anggota keluarganya yang lain, mereka berbagi dua kamar tidur seadanya, dengan empat tempat tidur susun dan beberapa matras di lantai.

Sebelum ini, saat kecil, Manuel memang sudah biasa tidur di ruangan yang sama, berbagi tempat dengan empat saudara dan orangtuanya.

Untuk kebanyakan orang Filipina, beberapa dekade setelah gerakan revolusi massa (people power) 1986, Filipina tidak membawa banyak kemajuan.

“Pada 1980an, biaya sewa ini hanya sekitar 500 peso per bulan. Sekarang, saya harus membayar 5.500 peso. Kalau saya ingin beli rumah ini sekarang, saya harus siapkan 112 juta peso,” papar Manuel.

Baca juga: Duterte Usir Seluruh Diplomat Uni Eropa dalam 24 Jam

Manuel yang berusia 49 tahun ini bekerja sebagai manager sales dan marketing di sebuah perusahaan OEM lampu, perusahaan yang memproduki lampu untuk perusahaan multinasional seperti Philips.

Lahir dari pasangan pengacara dan insinyur mesin, pria ceria yang memiliki tiga orang putra dan seorang putri ini berbahasa Inggris dengan sangat baik. 

“Saya berkesempatan untuk masuk ke sekolah swasta. Saya dulu seorang pelajar yang baik, dan sangat suka belajar,” dia mengisahkan masa lalunya.

“Tapi saat saya SMP, ayah saya pensiun. Saya harus bekerja untuk mencukupi diri saya. Waktu itu saya ingin pergi ke perguruan tinggi, namun sebaliknya, saya dikontrak sebagai animator untuk cerita anak-anak seperti Dragon Ball Z dan Sailormoon,” kata Manuel.

Sejak saat itu, Manuel bekerja di beberapa tempat yang berbeda, termasuk bertugas di barangay (Kantor Pemerintahan Kota) setempat. Terakhir, dia harus pindah kerja (dan mengalami potongan gaji) karena ada kebijakan Presiden Rodrigo Duterte terkait pemberantasan korupsi.

Agustus tahun lalu, kata Manuel, Duterte mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4, yang diarahkan kepada semua penunjukan presidensial untuk mengundurkan diri. Dia ingin memberantas korupsi di birokrasi dan mengawasi mereka semua dengan seksama.

"Atasan saya waktu itu termasuk di dalamnya dan saya tidak ingin ikut terseret. Jadi, saya pindah ke sektor swasta,” papar Manuel.

“Sekarang gaji saya hanya 45.000 peso sebulan. Sebelumnya, dua kali lipatnya!” kenang Manuel.

Manuel S. Abad, 49, bekerja sebagai manajer penjualan dan pemasaran untuk perusahaan lampu. 
Dok Karim Raslan Manuel S. Abad, 49, bekerja sebagai manajer penjualan dan pemasaran untuk perusahaan lampu.
Kita mungkin berasumsi Manuel tidak akan menyukai Presiden Duterte yang kontroversial. Alih-alih, dia justru pendukung setia politisi yang cukup agresif itu.

“Karena saya pernah bekerja di pemerintahan sebelumnya, saya bisa merasakan perubahannya. Sebelum Duterte, banyak sekali korupsi di industri agrikultur. Saya ingat satu kasus di mana produk seharga 5.000 peso, malah dikenakan biaya sebesar 750.000 peso! Sekarang semua dimonitor dengan seksama dan yang terbukti korupsi akan dihukum,” tuturnya penuh semangat.

Saya menanyakan kepada Manuel tentang perubahan lain yang ia rasakan sejak Duterte naik.
“Lima tahun lalu,” ujarnya, “saat saya pindah ke sini dari Makati, itu membutuhkan waktu tiga jam. Sekarang, hanya perlu 1 jam 40 menit, karena sekarang ada lebih banyak peraturan perihal pengkodean kendaraan dan pengelolaan alur dengan membuat beberapa jalan jadi satu arah.”

Page:
EditorAmir Sodikin
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM