Suu Kyi Serukan Persatuan Nasional, Bentuk Komite Bantuan Rohingya - Kompas.com

Suu Kyi Serukan Persatuan Nasional, Bentuk Komite Bantuan Rohingya

Kompas.com - 13/10/2017, 11:53 WIB
Pemimpin Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato nasional di Naypyidaw pada tanggal 19 September 2017.AFP/YE AUNG THU Pemimpin Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato nasional di Naypyidaw pada tanggal 19 September 2017.

YANGON, KOMPAS.com – Menjelang lawatan Paus Fransiskus yang menyerukan perdamaian di Myanmar, pemimpin de facto negara itu, Aung San Suu Kyi, pun menyerukan persatuan nasional.  

Dia mengaku telah membentuk komite yang akan mengkoordinasikan semua bantuan internasional dan lokal ke negara bagian Rakhine yang dilanda konflik, seperti dirilis VOA, Jumat (13/12/2017) ini.

Tokoh-tokoh dan badan-badan internasional telah memberikan tekanan kuat kepada Myanmar agar mengakhiri krisis Rohingnya, yang menyebabkan lebih dari 520.000 orang mengungsi ke Banglades.

Pengungsian besar-besaran terjadi sejak 25 Agustus 2017, ketika pasukan keamanan menanggapi serangan kelompok milisi Rohingya yang menyasar lebih dari 30 pos keamanan Myanmar.

Baca: Akhirnya, Aung San Suu Kyi Mau Bicara Soal Krisis Rohingya

Tindakan keras dan luas terhadap Rohingya, yang memang telah lama dipersekusi, dipandang PBB sebagai operasi “pembersihan etnis”.

Suu Kyi mengakui, dalam pidato di televisi pemerintah pada Kamis (12/10/2017), negaranya dikecam luas atas krisis pengungsi itu dan ia menyerukan persatuan dalam menangani masalah itu.

Peraih Hadiah Nobel Pertamaian pada 1991 itu mengatakan, pemerintahnya sedang mengadakan pembicaraan dengan Banglades atas “mereka yang sekarang berada di Banglades”.

Dia tidak memberi rincian, namun beberapa pejabat mengatakan, mereka harus dapat menunjukkan KTP, sedangkan yang memiliki KTP hanya sedikit.

Suu Kyi, peraih mantan tahanan politik, telah banyak dikritik oleh banyak pihak di luar Myanmar, karena tidak berbicara atas nama Rohingya.

Baca: Paus Fransiskus Melawat Myanmar di Tengah Guncangan Krisis Rohingya

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM