MRT Singapura Terendam Banjir, Pejabat Seniornya Pun “Dicopot” - Kompas.com

MRT Singapura Terendam Banjir, Pejabat Seniornya Pun “Dicopot”

Kontributor Singapura, Ericssen
Kompas.com - 13/10/2017, 09:41 WIB
Pasukan dari Singapore Civil Defence Force terlihat membersihkan genangan banjir terowongan yang melumpuhkan MRT Singapura, Sabtu (7/10/2017)Singapore Civil Defence Force Pasukan dari Singapore Civil Defence Force terlihat membersihkan genangan banjir terowongan yang melumpuhkan MRT Singapura, Sabtu (7/10/2017)

SINGAPURA, KOMPAS.com  - SMRT Corporation Ltd, operator sistem transportasi massal berbasis rel atau Mass Rapid Transit ( MRT) Singapura, mengambil tindakan cepat setelah terendamnya terowongan yang melumpuhkan layanan transportasi itu akhir pekan lalu.

Harian The Straits Times melaporkan, Kamis (12/10/2017),  Wakil Presiden untuk Bidang Pemeliharaan SMRT, Ng Tek Poo, telah “dirotasi” ke jabatan lain yang tidak disebutkan.

Posisi Ng Tek Poo akan digantikan oleh Siu Yow Wee dengan jabatan baru bernama Direktur Bangunan dan Pelayanan.

Ng Tek Poo, pejabat senior di SMRT, dinilai bertanggungjawab atas insiden memalukan yang memicu kemarahan warga "Negeri Singa" itu.

Sebuah kerusakan pada sistem pemompaan telah menyebabkan genangan air di jalur bawah tanah antara stasiun Bishan dan Braddell, Sabtu (7/10/2017) sore.

Baca: Terowongan Banjir, MRT Singapura Lumpuh 20 Jam

Hujan deras memang mengguyur Singapura pada waktu tersebut. Kondisi banjirnya terowongan membuat layanan MRT koridor utara-selatan (NSL) mogok.

Kereta tidak dapat melintasi stasiun Ang Mo Kio hingga Newton di kedua arahnya selama sekitar 20 jam.

Dalam pernyataan resminya, Minggu (8/10/2017), Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA) mengatakan dalam keadaan normal, limpasan air hujan semestinya dapat tersedot oleh sistem pompa yang ada.

"Kemarin (Sabtu), sistem pemompaan air tidak berfungsi dan mengakibatkan air hujan meluap hingga masuk ke dalam terowongan serta terakumulasi di titik terendah terowongan, antara stasiun Bishan dan Braddell," demikian pernyataan LTA.

SMRT segera menonaktifkan jaringan listrik di trayek tersebut sebagai upaya pengamanan. Sistem pompa pun berusaha segera diperbaiki.

Baca: MRT di Singapura dan Budaya Tertib

Pihak LTA memastikan, investigasi terperinci mengenai penyebab gangguan itu sedang berlangsung.

 

Lumpuhnya pelayanan MRT akibat banjir menimbulkan polemik mengapa hal mengagetkan tersebut dapat terjadi dan apakah mungkin hal serupa dapat terjadi pada masa mendatang.

Dikutip dari laman Today Online, stasiun Bishan dan Braddell merupakan 2 dari 35 stasiun MRT bawah tanah Singapura yang telah menerapkan sistem perlindungan banjir sejak 2012.

Mogoknya MRT memang adalah isu yang sangat sensitif di Singapura.

Warga negeri pulau ini telah dibuat berkali-kali meradang oleh sering mogoknya MRT dalam beberap tahun terakhir karena berbagai sebab terutama masalah teknis.

Isu transportasi ini menjadi sorotan warga Singapura yang menilai pelayanan yang diberikan SMRT sangat mengecewakan.

Posisi Menteri Transportasi sendiri adalah kursi panas di Singapura di mana isu transportasi selalu menyeruak di kampanye pemilihan umum.

Jaringan MRT Singapura yang terdiri dari 5 jalur mulai beroperasi sejak 7 November 1987 dan hingga kini sudah menggurita sepanjang 178,2 kilometer dengan 106 stasiun.

Baca: Manjakan Pejalan Kaki, Singapura Rombak Peta MRT

PenulisKontributor Singapura, Ericssen
EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM