Nenek Pikun Hilang Tersisa Pakaian dan Tongkat, Diduga Dimangsa Buaya - Kompas.com

Nenek Pikun Hilang Tersisa Pakaian dan Tongkat, Diduga Dimangsa Buaya

Kompas.com - 12/10/2017, 16:23 WIB
Lokasi sungai di mana pakaian dan tongkat milik Anne Cameron ditemukan. Lokasi ini berada di sebelah selatan Port Douglas. VIA Gizelle Ghidella Lokasi sungai di mana pakaian dan tongkat milik Anne Cameron ditemukan. Lokasi ini berada di sebelah selatan Port Douglas.

SYDNEY, KOMPAS.com - Anne Cameron, seorang nenek yang hilang sejak Selasa (10/10/2017), diduga telah dimangsa buaya.

Kesimpulan ini muncul setelah polisi menemukan sisa-sisa tubuh manusia dan tongkat milik Cameron di tepian sungai di pantai timur laut Australia, Kamis (12/10/2017).

Perempuan berusia 79 tahun itu, menurut polisi, diduga menderita demensia.

Demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran.

Kondisi yang lazim dikenal dengan sebutan pikun ini ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru.

Hal lain yang mengikutinya adalah adanya perubahan kepribadian, serta emosi yang naik-turun, atau labil.

Baca: Ada 4 Jenis Buaya di Indonesia, Bagaimana Menghindarinya?

AFP memberitakan, Cameron, terakhir kali terlihat pada hari Selasa di sebuah rumah perawatan di dekat kota wisata Port Douglas.

Polisi wilayah Queensland dan Dinas Darurat Negara bagian setempat, melakukan pencarian dan menemukan pakaian dan tongkat dengan tulisan nama Cameron di atasnya.

"Kami juga menemukan beberapa materi biologis yang kami yakini sebagai bagian jasad manusia," kata Inspektur Polisi Queensland Ed Lukin kepada wartawan.

"Kami terus mencari di daerah itu dengan harapan bisa menemukannya dalam keadaan hidup."

Namun, Lukin kemudian mengatakan, barang-barang yang ditemukan tersebut berada di kawasan yang banyak dihuni buaya. 

"Kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan adanya serangan buaya," tegas dia.

Baca: Fenomena Langka, 2 Kuda Nil Selamatkan Wildebeest dari Buaya Ganas

Lukin juga meyakini, Cameron telah berjalan di padang semak yang lebat, di mana dia tersesat.

Namun, tak diperoleh kepastian, apakah Cameron pun telah mencapai lokasi perairan.  

"Dia mungkin menderita demensia, dan mungkin saja pakaiannya memang dilepas secara sengaja," tambah Lukin.

Di bulan Agustus lalu, seekor buaya air asin sepanjang 2,6 meter ditangkap di Dickson Inlet dekat Pantai Four Mile di Port Douglas.

Australian Broadcasting Corporation juga memberitakan pantai tersebut pun ditutup pada bulan April ketika seekor buaya berukuran empat meter terlihat berenang di pantai.

Selain itu, ada pula serangan reptil raksasa itu terhadap sejumlah anjing di daerah tersebut tahun ini.

Jumlah buaya air asin terus berkembang sejak spesies ini dinyatakan sebagai hewan yang dilindungi pada tahun 1970-an.

Serangkaian serangan terhadap manusia tersebut telah memicu perdebatan agar dibuat program pengendalian tertentu. 

Buasa air asin bisa tumbuh hingga tujuh meter, dan beratnya bisa mencapai lebih dari satu ton.

Itu merupakan ciri umum dari buaya air asin yang menghuni kawasan tropis di benua itu.

Data yang ada menyebutkan buaya tersebut rata-rata memangsa dua orang dalam setahun.

Baca: Buaya Raksasa Mati Ditembak di Kepala, Polisi Buru Pembunuhnya

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM