Trump Berniat Kunjungi Pulau Tak Berpenghuni di Perbatasan Korea - Kompas.com

Trump Berniat Kunjungi Pulau Tak Berpenghuni di Perbatasan Korea

Kompas.com - 11/10/2017, 14:29 WIB
The Bridge of No Return di DMZ yang juga menandakan garis perbatasan antara Korut dan Korsel. Jembatan ini dulunya digunakan sebagai tempat pertukaran tawanan pada akhir Perang Korea 1953. Nurina Savitri/ABC The Bridge of No Return di DMZ yang juga menandakan garis perbatasan antara Korut dan Korsel. Jembatan ini dulunya digunakan sebagai tempat pertukaran tawanan pada akhir Perang Korea 1953.

SEOUL, KOMPAS.com –  Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kemungkinan besar akan mengunjungi sebuah pulau tak berpenghuni di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara.

Kunjungan ke Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) itu merupakan bagian lawatan Trump ke Korsel, yang akan dilakukan sebelum akhir tahun ini, kata laporan The Guardian, Rabu (11/10/2017).

Bulan lalu, tepatnya pada Kamis 14 September, Trump mengumumkan niatnya untuk mengunjungi China, Jepang, Korsel, dan Filipina, tahun ini seperti dilaporkan kantor berita Perancis, AFP.

Saat itu Trump mengatakan di dalam pesawat Air Force One bahwa delegasi AS kemungkinan akan melakukan kunjungan itu pada November.

Trump juga menambahkan,  dia "mungkin" akan menghadiri KTT APEC di Vietnam pada saat yang terangkai dengan kunjungai ke negara lain di kawasan tersebut.

Pengumuman itu membuka awal lawatan ambisius pertama ke sebuah kawasan yang vital bagi kepentingan ekonomi dan keamanan AS.

Baca: Meski Diancam Ditembaki Korut, Enam Jet AS Terbang di Udara Korea

Kunjungan itu diduga kuat akan fokus pada perdangan dan program nuklir serta senjata balistik Korut, salah satu tantangan keamanan Trump sejak dilantik menjadi presiden.

Trump berulang kali mengatakan dia tidak akan menoleransi Pyongyang mengembangkan kemampuan untuk menghantam AS dengan senjata termonuklir, mengancam akan membalas dengan "tembakan dan kemarahan" jika perlu.

Rencananya, dalam lawatan ke Korsel, Trump akan mendatangi pulau tak berpenduduk di perbatasan Korsel-Korut.

Terkait dengan kunjungan Trump itu, Gedung Putih telah mengirim sebuah tim pejabat tingkat tinggi ke Korsel akhir September untuk melihat kemungkinan lokasi lain yang akan didatangi Trump di Korsel, demikian laporan kantor berita Korsel, Yonhap.

Dengan itu Trump diharapkan mengirim pesan yang kuat ke Korut, baik secara verbal maupun "kinetis", selama lawatan pertamanya sebagai Presiden AS ke Semenanjung Korea.

"[Dia] kemungkinan akan melakukan hal seperti itu dan ajudannya membuat persiapan yang relevan," terkait dengan rencana kunjungan itu.

Baca: Trump: AS Mampu Hancurkan Korea Utara Secara Total, Jika Terpaksa

Jika kunjungan ke pulau tak berpenghuni itu jadi dilaksanakan, Trump mungkin akan mampir juga di desa Panmunjom dan sebuah pos pengamatan di dalam DMZ, kata sumber tersebut.

Gedung Putih belum berkomentar mengenai laporan tersebut.

Presiden Trump tampaknya akan mengikuti jejak pendahulunya, Barack Obama, pada 2012. Saat itu Obama meneropong ke Korut dari perbatasan.  

Bill Clinton,  pada 1993 menggambarkan zona demiliterisasi di perbatasan Korea sebagai "tempat paling menakutkan di bumi".

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM