Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suguhkan Ikan ke Militan, Perempuan Ini Diperkosa dan Dipenggal

Kompas.com - 11/10/2017, 11:21 WIB

KINSHASA, KOMPAS.com – Seorang perempuan di Republik Demokratik Kongo (RDK) diperkosa dan dicambuk sebelum dipenggal oleh militan yang meminum darahnya di depan massa warga.

Tindakan keji, yang tidak berperikemanusiaan, itu juga didukung oleh massa warga yang marah.

Pemicunya adalah soal sepele, yakni karena korban menyuguhkan ikan kepada para pemberontak, sebagaimana dilaporan Daily Mirror, Selasa (10/10/2017).

Selain pantang makan ikan dan daging, situs berita France 24 juga melaporkan, para pemberontak juga tidak mandi atau cuci selama bertempur melawan pasukan pemerintah.

Eksekusi di luar hukum oleh pemberontak yang didukung massa warga itu dilakukan dengan menggunakan parang.

Tempat kejadiannya  di luar restoran milik perempuan itu di kota kecil Luebo, RDK, yang telah direbut pemberontak lokal dari kelompok pemberontak lainnya.

Baca: 38 Kuburan Massal Baru Ditemukan di RD Kongo

Menurut para militan, mereka pantang daging atau ikan selama pertempuran. Perempuan itu justru menyuguhkannya, yang diyakini dapat melemahkan kekuatan mereka.

Kekerasan mematikan itu terjadi tak lama setelah kepala suku atau pemimpin lokal di wilayah Luebo tewas akibat serangan oleh pasukan pemerintah.

Rekaman atas peristiwa yang mengerikan itu dibagikan lewat Whatsapp oleh saksi mata. Seorang pria berteriak, perempuan itu harus mati karena telah melakukan “pengkhianatan”.

Sebelum perempuan itu dipenggal, ia dipaksa untuk melakukan hubungan seks dengan putra dari istri kedua suaminya. Massa warga yang ikut marah pun ikut menyaksikan tindakan biadab itu.

Seorang perempuan yang memakai bandana, yang tidak lain adalah anggota dari gerakan Kamuina Nsapu - kelompok yang menentang pemerintah - mencambuk perempuan itu dan anak muda yang berhubungan seks dengannya. Pria itu juga dibunuh oleh para militan.

Baca: Sekitar 40 Polisi Dipenggal Milisi di RD Kongo 

Seorang saksi mata, seperti dilaporkan situs berita France 24, mengecam tindakan bengis itu.

"Sungguh memalukan, mengerikan, memuakkan, dan tercela. Saya tidak tahan dan saya pergi. Kami belum pernah melihat perbuatan sekeji itu sebelumnya," kata saksi mata itu.

Saksi mata lainnya mengatakan, perempuan itu orang baik. Namun, beberapa warga berteriak bahwa dia harus dieksekusi karena pemberontak menilai ia memiliki “kekuatan setan”.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com