Bersitegang, Presiden Trump Tantang Menlu Tillerson Adu Psikotes - Kompas.com

Bersitegang, Presiden Trump Tantang Menlu Tillerson Adu Psikotes

Kontributor Singapura, Ericssen
Kompas.com - 11/10/2017, 09:30 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson dan Presiden Amerika Serikat Donald TrumpJIM WATSON/AFP/Getty Images Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Menteri Luar Negerinya Rex Tillerson dikabarkan semakin memburuk.

Seperti dilaporkan oleh Politico, Selasa (11/10/2017), Trump kembali membuat pernyataan menggegerkan dengan menantang Tillerson untuk menggelar adu psikotes atau IQ.

“Saya rasa itu berita palsu” Trump menanggapi rumor yang beredar bahwa Tillerson menyebutnya sebagai “orang bodoh”.

“Namun jika benar dia mengatakan itu, saya rasa kita perlu duel psikotes dan saya yakin benar saya akan menang” lanjut Trump di sesi wawancara dengan Majalah Forbes.

Presiden berusia 71 itu kemudian mengatakan bahwa dia masih memiliki kepercayaan penuh terhadap Menlunya itu.

Baca: Hillary: Trump, Presiden Paling Berbahaya dalam Sejarah AS

Juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders langsung buru-buru mengatakan bahwa Trump hanya bercanda.

“Tentu saja presiden tidak bermaksud mengatakan Menlu Tillerson tidak cerdas. Presiden berguyon” ucap Sanders.

Hubungan antara Presiden Trump dengan Menlu Tillerson dikabarkan semakin merenggang.

NBC News melaporkan, Tillerson sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri karena merasa sulit bekerja sama dengan Trump.

Trump kerap “mempermalukan” Tillerson melalui kicauan Twitter-nya dengan terus membantah apa yang telah disampaikan Menlu As berusia 65 tahun itu.

Baca: Senator Republik Sebut Gedung Putih Sudah Jadi “Taman Kanak-Kanak”

Dengan kicauan Trump tersebut, misi atau pekerjaan Menlu Tillerson terkesan berseberangan atau tidak sejalan dengan Presiden Trump.

Perbedaan posisi kedua orang itu terlihat jelas mulai dari isu nuklir Korea Utara, kesepakatan nuklir Iran hingga masalah pemanasan global.

Terakhir Trump mengkritik Tillerson yang menurutnya membuang waktu dengan rencana negosiasi damai dengan rezim Kim Jong Un.

Tillerson telah membantah berencana mundur namun dia tidak menyanggah bahwa dia pernah menyebut presidennya itu sebagai sosok yang "pandir".

Baca: Janda Donald Trump Mengaku Jadi "Ibu Negara", Melania Meradang

PenulisKontributor Singapura, Ericssen
EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM