3 Warga Rohingya Ditangkap Bawa 800.000 Pil "Meth" ke Banglades - Kompas.com

3 Warga Rohingya Ditangkap Bawa 800.000 Pil "Meth" ke Banglades

Kompas.com - 27/09/2017, 17:23 WIB
Pengungsi baru Rohingya duduk dekat kamp pengungsi sementara Kutupalang, di Cox Bazar, Bangladesh, Selasa (29/8). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Ponir Hossain Pengungsi baru Rohingya duduk dekat kamp pengungsi sementara Kutupalang, di Cox Bazar, Bangladesh, Selasa (29/8).

COX'S BAZAR, KOMPAS.com - Polisi Banglades, Rabu (27/9/2017), menahan tiga warga Rohingya dan seorang Banglades yang mencoba menyelundupkan 800.000 pil methamphetamine ke negara tersebut dari Myanmar.

Methamphetamine adalah salah satu jenis narkoba. Dibandingkan dengan kokain atau ganja, meth (singkatan dari methamphetamine) jauh lebih berbahaya.

Meth dapat menyebabkan pemakainya terpengaruh dalam jangka waktu 6-12 jam, bahkan lebih.

Penangkapan empat orang itu terjadi saat Banglades masih berjuang untuk mengatasi arus masuknya warga Rohingya yang melarikan diri dari kerusuhan di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Baca: Bantuan untuk Rohingya Menumpuk di Bangladesh, Pemerintah Alihkan ke Myanmar

Petugas dari Batalyon Aksi Cepat Banglades (RAB) menahan empat orang itu di muara Sungai Naf, yang membelah kedua negara.

"Kami menangkap empat orang yang menjual tablet yaba. Tiga di antaranya adalah Rohingya dari Myanmar dan yang lainnya adalah seorang Banglades."

Demikian dikatakan Mayor Ruhul Amin, komandan daerah RAB kepada AFP.

"Mereka membawa 800.000 tablet yaba di atas kapal, membawa yaba dari Myanmar."

Baca: Kisah Perjuangan Sadek Ali Menyekolahkan Ratusan Anak Rohingya

"Dua orang Rohingya datang ke sini, dan yang satunya lagi adalah pengungsi tua," tambah dia.

Yaba, sebuah kata Thailand yang berarti "obat gila", adalah ramuan methamphetamine dan kafein yang telah menjadi populer di kalangan anak muda di Banglades.

Sekitar 480.000 warga Rohingya telah melarikan diri dari kekerasan di Rakhine sejak 25 Agustus dan berlindung di distrik tenggara Cox's Bazar, Banglades.

Masuknya pengungsi dimulai saat serangan mematikan militan Rohingya di pos polisi Myanmar memicu sebuah tindakan keras oleh militer.

Dalam beberapa tahun terakhir pasukan keamanan Banglades menyita jutaan tablet yaba dari para pedagang yang berusaha memasuki Cox's Bazar melalui jalur darat dan laut.

Pekan lalu, dua warga Rohingya ditangkap dari sebuah kapal di Sungai Naf oleh penjaga perbatasan Banglades dengan sekitar 430.000 pil yaba.

Baca: Myanmar Berisiko Jadi Magnet Jihad Global

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM