China Luncurkan Jasa Boneka Seks Berbagi - Kompas.com

China Luncurkan Jasa Boneka Seks Berbagi

Kontributor Singapura, Ericssen
Kompas.com - 17/09/2017, 11:02 WIB
Pilihan boneka seks yang ditawarkan di ChinaWeibo Pilihan boneka seks yang ditawarkan di China

BEIJING, KOMPAS.com - China kembali menghadirkan “inovasi” yang menjadi kontroversi, yakni boneka seks berbagi.

Seperti dilaporkan laman Mothership.sg, akhir pekan ini, sebuah aplikasi bernama Touch meluncukan jasa boneka seks berbagi ke warga negeri "Tirai Bambu" di Beijing, ibu kota China.

Boneka-boneka seks yang berjejer itu dilabeli sebagai “pacar bersama”.   Boneka seks itu hadir dengan beragam pilihan.

Ada yang berkebangsaan China, Hongkong, Korea hingga Rusia.

Tidak ketinggalan, boneka seks silikon ini juga hadir dengan sejumlah karakter yang berbeda-beda sesuai dengan selera pelanggan.

Pelanggan dapat memilih apa mereka ingin bercinta dengan suster, anak sekolahan, atau Wonder Woman.

Baca: Ningbo, Kota Penghasil Terbesar Boneka Seks di Dunia

Untuk menggunakan jasa ini sendiri tidaklah sulit. Tinggal mengunduh aplikasi “Touch” kemudian memilih karakter wanita yang disukai.

Bahkan pelanggan dapat mengutak-atik gaya rambut, warna rambut, warna kulit hingga warna mata dari boneka itu.

Pelanggan yang tertarik cukup membayar sebesar 298 yuan atau sekitar Rp 603.000. Deposit sebesar 8.000 yuan atau terlebih dahulu harus menyetor sekitar Rp 3,3 juta.

Deposit akan dikembalikan setelah penggunaan boneka seks ini selesai.

Yang berkantung tebal juga dapat membayar tambahan uang jika ingin memiliki boneka seks yang menghadirkan suara-suara erotis yang menggoda.

Baca: Kado Boneka Seks untuk Menteri Bikin Gempar Cile

Jasa ini menjadi perbincangan hangat dan sasaran kritik netizen China. Ada yang mempertanyakan etika dari pelayanan ini.

Ada juga yang mengkhawatirkan kesehatan seksual karena khawatir boneka seks ini berpotensi menularkan penyakit seksual menular seperti HIV/AIDS.

Pihak penawar jasa sendiri menyatakan bagian vital boneka seks itu akan diganti dengan regular untuk memastikan kebersihannya.

Perusahaan sendiri menyasar komsumen dari kalangan pekerja professional berusia 20-35 serta yang terlibat hubungan jarak jauh.

China sendiri saat ini memiliki masalah kronis di mana rasio yang tidak berimbang antara laki-laki dengan perempuan akibat kebijakan satu anak yang diterapkan Partai Komunis.

Baca: Tiga Kali Bercerai, Pria Ini Temukan Cinta dalam Sosok Boneka Seks

PenulisKontributor Singapura, Ericssen
EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM