Mari Alkatiri Dilantik Jadi Perdana Menteri Baru Timor Leste - Kompas.com

Mari Alkatiri Dilantik Jadi Perdana Menteri Baru Timor Leste

Kompas.com - 15/09/2017, 18:24 WIB
Perdana Menteri Timor Leste Mari Alkatiri (kiri) menandatangani surat sumpahnya di depan Presiden Francisco Gueterres (kanan) di istana Kepresidenan di Dili, Jumat (15/9/2017).

 AFP/VALENTINO DARIELL DE SOUSA Perdana Menteri Timor Leste Mari Alkatiri (kiri) menandatangani surat sumpahnya di depan Presiden Francisco Gueterres (kanan) di istana Kepresidenan di Dili, Jumat (15/9/2017).

DILI, KOMPAS.com - Mari Alkatiri, Sekretaris Jenderal Partai Fretilin, dilantik menjadi Perdana Menteri baru Timor Leste dalam sebuah upacara di Dili, Jumat (15/9/2017).

Berbicara di hadapan ratusan orang, Alkatiri yang kini berusia 68 tahun berjanji untuk menjaga hubungan baik dengan negara tetangga, Australia dan Indonesia, serta memperbaiki pelayanan publik.

"Saya akan menciptakan iklim ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang lebih baik di Timor-Leste," kata Alkatiri, seperti dikutip AFP

Timor Leste adalah negara miskin, dan termuda di Asia yang sangat bergantung kepada cadangan minyak.

Baca: Konser Wonderful Indonesia di Atambua, Slank Ajak Timor Leste Datang

Pemerintahan baru ini bertanggung jawab untuk menata pengeluaran pemerintah dalam proyek infrastruktur besar, dan memastikan kelanjutan dari pemasokan negara dari cadangan minyak.

Pandangan itu diungkapkan Profesor Michael Leach, dari Universitas Teknologi Swinburne Australia.

"Untuk menghindari kutukan sumber daya itu, Timor Leste harus melakukan diversifikasi ekonomi."

"Terutama untuk menyediakan lapangan kerja bagi sejumlah besar orang muda yang ada di negeri itu."

Data Bank Dunia menunjukkan, sekitar 60 persen dari 1,2 juta penduduk Timor Leste berusia di bawah 25 tahun. Sementara, separuh dari jumlah penduduk itu hidup dalam kemiskinan.

Fretilin memenangi pemilihan umum pada bulan Juli dengan selisih tipis. Kubu ini tidak mendapat cukup suara untuk memerintah sendiri, dan telah membentuk pemerintah koalisi minoritas dengan Partai Demokrat.

Dengan hanya 30 kursi di parlemen berkapasitas 65 kursi, pemerintah membutuhkan kepercayaan dan penawaran dari partai lain di parlemen.

"Meskipun ini adalah pemerintahan minoritas, prospek stabilitasnya dalam jangka pendek sampai menengah sangat positif," kata Leach.

Beberapa wajah akrab akan kembali ke dalam kabinet, termasuk Mantan Presiden Jose Ramos-Horta dan Mantan Perdana Menteri Rui Maria de Araujo.

Alkatiri adalah seorang politisi Muslim di negara mayoritas Katolik. Dia menjadi Perdana Menteri pertama Timor Leste setelah kemerdekaan dari Indonesia pada tahun 2002.

Dia dipaksa untuk mengundurkan diri setelah kerusuhan sipil melanda Dili pada tahun 2006.

Baca: Penempatan 3 Pesawat Tempur di Perbatasan RI-Timor Leste Diperpanjang

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM