Terkait Uji Rudal Korut: China dan Rusia Harus Ambil Tindakan Langsung - Kompas.com

Terkait Uji Rudal Korut: China dan Rusia Harus Ambil Tindakan Langsung

Kompas.com - 15/09/2017, 10:42 WIB
Rex Tillerson AFP Rex Tillerson

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Amerika Serikat, Kamis (14/9/2017) waktu setempat atau Jumat (16/9/2017) WIB, mendesak China dan Rusia agar mengambil tindakan tegas atas Korea Utara.

Menurut Washington, “tindakan langsung” oleh China dan Rusia harus dilakukan untuk melucuti Korut yang menembakkan kembali rudal balistiknya ke Pasifik melewati udara Jepang, Jumat pagi.

"China memasok sebagian besar minyaknya ke Korut. Rusia adalah perusahaan pekerja paksa terbesar di Korut," kata Sekretaris Negara, Rex Tillerson, dalam pernyataan di Washington DC, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

"China dan Rusia harus menunjukkan intoleransi mereka terhadap peluncuran rudal yang sembrono itu dengan melakukan tindakan-tindakan langsung oleh mereka sendiri."

Baca: Korut Tembakkan Lagi Rudal Lewati Jepang dan Jatuh di Pasifik

Korea Utara (Korut) kembali menembakkan rudal ke arah timur melewati udara Hokkaido, Jepang utara dan jatuh di Samudera Pasifik, Jumat (15/9/2017) pagi.

Penembakan rudal yang belum diketahui jenisnya itu jelas merupakan provokasi terbaru di tengah ketetangan tinggi mengenai program senjata yang dilarang itu, demikian laporan AFP.

Peluncuran rudal terbaru Korut dilakukan dari dekat Pyongyang dan terjadi setelah Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan untuk memberikan sanksi kedelapan ke Korut atas program rudal balistik dan program senjata nuklirnya.

Sanksi DK PBB itu sebagai balasan atas uji coba nuklir keenam pada awal September ini, yang menurut Pyongyang adalah bom hidrogen yang dapat dipasang pada rudal.

Baca: Korut Tembakkan Rudal Lewati Hokkaido, Warga Jepang Utara Panik

Tillerson menyebut tindakan penghukuman baru itu "landasan, bukan awang-awang, dari tindakan yang harus dilakukan. Kami menyerukan kepada semua negara untuk mengambil tindakan baru melawan rezim Kim" – demikian Tillerson menyebut rezim Korut yang dipimpin Kim Jong Un.

"Provokasi yang terus-menerus ini hanya akan menambah dalam isolasi diplomatik dan ekonomi ats Korut," ujar Tillerson lagi.

Presiden AS Donald Trump belum mengomentari peluncuran tersebut namun menurut Gedung Putih telah diberi masukan terkait perkembangan terbaru di Semenanjung Korea.

Namun, DK PBB telah membuat pertemuan darurat tertutup pada Kamis pukul 15.00 atau Jumat pagi WIB atas permintaan AS dan Jepang.

Baca: Rudal Korut Melintasi Jepang, Apa yang Bisa Dilakukan Dunia Luar

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM