Serangan Bom di Thailand Selatan, 1 Prajurit Tewas, 20 Luka-luka - Kompas.com

Serangan Bom di Thailand Selatan, 1 Prajurit Tewas, 20 Luka-luka

Kompas.com - 14/09/2017, 14:30 WIB
Thailand SelatanGoogle Thailand Selatan

BANGKOK, KOMPAS.com - Seorang tentara Thailand tewas, dan 20 lainnya luka-luka, termasuk dua warga sipil, akibat serangan bom dari kelompok pemberontak di wilayah selatan negeri itu, Kamis (14/9/2017).

Wilayah dengan penduduka mayoritas Muslim yang berbatasan dengan Malaysia itu telah lama diguncang kekerasan dan pemberontakan.

Lebih dari satu dekade pemberontak etnis Melayu, melancarkan perlawanan terhadap kelompok mayoritas Buddha, demi mendapatkan otonomi lebih. 

Lebih dari 6.800 orang tewas -mayoritas warga sipil, dalam rangkaian konflik berkepanjangan itu. 

Baca: Usai Raja Teken Konstitusi Baru, Thailand Selatan Dilanda 23 Serangan

Serangan terbaru kali ini terjadi ketika sebuah bom di pinggir jalan menghantam kendaraan yang mengangkut prajurit Angkatan Darat di sebuah desa terpencil di Distrik Yaha, Provinsi Yala.

Selanjutnya, 30 menit kemudian regu penjinakkan bom yang dipasang di kawasan yang sama. Peledakan dilakukan untuk membersihkan lokasi kejadian dari ancaman bom lain.

Proses pembersihan bom ini sempat diwarnai dengan aksi baku tembak dengan kelompok pemberontak.

Jurubicara militer Thailand wilayah selatan, Kolonel Pramote Prom-in mengatakan seorang kopral tewas, dean 18 tentara lainnya terluka. Sementara, dua warga sipil mengalami luka ringan.

Seperti diberitakan AFP, seorang polisi di Distrik Yaha pun membenarkan jumlah korban tersebut.

Baca: Thailand Selatan Takkan Aman tanpa Libatkan BRN, Faksi Pemberontak Melayu

Serangan ini terjadi saat junta Thailand mengadakan pembicaraan dengan kelompok yang mengaku mewakili pemberontak untuk mendirikan 'zona keamanan' di selatan.

"Zona keamanan" itu merupakan bentuk gencatan senjata terbatas dalam konflik yang telah bergulir sejak tahun 2004.

Namun, para ahli mengatakan, faksi utama dengan komando dan kontrol atas pemberontak tidak berkomitmen untuk melakukan pembicaraan dengan pemimpin militer Thailand.

Militer Thailan adalah pihak yang merebut kekuasaan pada tahun 2014.

Barisan Revolusi Nasional (BRN) yang diduga berada di balik aksi kekerasan di wilayah ini tidak pernah mengklaim aksinya, dan selalu menghindar dari publikasi. 

Baca: Mengapa Militer Pasang Gambar Teletubbies di Pos Thailand Selatan?

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM