Terpopuler: Sarjana Psikologi Jadi Pekerja Seks, Halimah, dan ISIS - Kompas.com

Terpopuler: Sarjana Psikologi Jadi Pekerja Seks, Halimah, dan ISIS

Kompas.com - 14/09/2017, 06:07 WIB
Apakah panti pijat menyediakan layanan ilegal yang menyebabkan rumah bordil mengalami penurunan pendapatan?
 

Flickr/ABC News Apakah panti pijat menyediakan layanan ilegal yang menyebabkan rumah bordil mengalami penurunan pendapatan?

JAKARTA, KOMPAS.com – Kisah seorang sarjana psikologi sekaligus mantan manajer yang beralih profesi menjadi pekerja seks di Australia menjadi berita ringan yang paling populer sejak Rabu (13/9/32017) hingga Kamis pagi ini.

Ficer kehidupan empris sarjana psikologi itu menempati puncak tangga berita dunia terpopuler, yang diikuti oleh berita tentang Halimah Jacob, perempuan presiden pertama Singapura dan ratuan militan ISIS yang bersiap pulang ke negara-negara asalnya.

Berikut kami hadirkan kembali setidaknya tiga berita terpopuler tersebut.

Sarjana Psikologi Jadi Pekerja Seks, Kini Risau Soal Pendapatan Turun

 “Charley” bergelar sarjana psikologi dan bekerja sebagai pekerja sosial di QueenslandAustralia, hingga dua tahun lalu.

Ibu yang saat itu berusia 49 tahun memutuskan untuk beralih karir. Ia menjadi pekerja seks dan ia sangat menyukainya.

Tapi kini, Charley takut karir barunya terancam. Bukan karena munculnya aplikasi kencan seperti “Tinder” yang membuatnya khawatir.

Ia mengatakan, lonjakan industri panti pijat gelap atau ilegal menyebabkan kemunduran besar dalam kunjungan ke rumah bordil (pelacuran) dan pendapatannya telah berkurang setengah.

"Saya sebelumnya bekerja sebagai manajer kasus yang bekerja dengan anak-anak yang menggunakan narkoba dan alkohol," kata Charley.

Ikuti kisah selengkap tentang Charley dengan mengklik tautannnya di sini.

Presiden Terpilih Singapura Tetap di Rusun, Tolak Tinggal di Istana

Presiden terpilih Singapura, Halimah Yacob, menyatakan dia akan tetap tinggal di rumah susun (rusun) miliknya ketika menjabat sebagai presiden.

Berbicara kepada The Straits Times, Rabu (13/9/2017) siang, wanita berusia 63 tahun itu mengatakan, tidak ada rencana dia dan keluarganya untuk pindah dari rusun ke Istana Kepresidenan Singapura.

“Saya tetap tinggal di Yishun,” ujarnya merujuk ke kawasan di utara Singapura tempat dia dan keluarga bermukim.

“Rumah susun saya adalah tempat yang nyaman dan menyenangkan. Saya sudah tinggal di sana selama lebih dari 30 tahun,” sambungnya.

Mohamed Abdullah Alhabshee, suami Halimah menambahkan bahwa berpindah kediaman tidaklah perlu karena ukuran apartemen mereka yang cukup besar.

Jika Anda ingin mengikuti berita ini lebih lanjut, silahkan kunjungi halamannya di sini.

Militan ISIS Sesaki Perbatasan Suriah-Irak, Mau Pulang ke Negara Asal

Ratusan pembelot dari kelompok teror Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) di perbatasan Irak dan Suriah berharap bisa melarikan diri ke negara lain atau pulang ke negara asalnya.

Beberapa lusin bekas militan telah menyeberang ke selatan Turki dalam beberapa pekan terakhir setelah kelompok teror itu kehilangan wilayahnya di Irak dan juga Suriah.

Mereka saat ini berkumpul di Provinsi Idlib di Suriah. Kebanyakan mereka berencana untuk menyeberangi perbatasan Turki di dekat wilayah itu dan menemukan jalan kembali ke Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa, serta Asia.

Menurut laporan The Guardian, Selasa (12/9/2017),  beberapa lusin mantan militan itu bahkan telah berhasil melintasi perbatasan yang dijaga ketat oleh tentara dan polisi perbatasan.

Bagaimana mereka lolos dari penjagaan ketat itu dan bagaimana pula mereka pulang ke negara asalnya, dan apa ancaman bagi negara asalnya? Simak berita itu selengkapnya di sini.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM