Akhirnya, Aung San Suu Kyi Mau Bicara Soal Krisis Rohingya - Kompas.com

Akhirnya, Aung San Suu Kyi Mau Bicara Soal Krisis Rohingya

Kompas.com - 13/09/2017, 19:01 WIB
Muslim Pakistan menggelar protes kepada pemerintahan Myanmar terkait perlakuan terhadap Muslim Rohingya. Mereka menggelar demo di  Quetta, 8 September 2017. Para pendemo juga mengecam Aung San Suu Kyi yang dinilai diam hingga kini. AFP PHOTO / BANARAS KHAN Muslim Pakistan menggelar protes kepada pemerintahan Myanmar terkait perlakuan terhadap Muslim Rohingya. Mereka menggelar demo di Quetta, 8 September 2017. Para pendemo juga mengecam Aung San Suu Kyi yang dinilai diam hingga kini.

YANGON, KOMPAS.com - Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi akan berbicara untuk pertama kalinya, terkait krisis yang telah berlangsung selama tiga minggu terakhir di Rakhine. 

"Dia akan berbicara untuk rekonsiliasi nasional dan perdamaian, dalam sebuah pidato di televisi pada tanggal 19 September," ungkap Jurubicara Pemerintah Zaw Htay di Yangon, Rabu (13/9/2017).

Kekerasan yang dilakukan militer Myanmar telah menyebabkan ratusan ribu warga minoritas Rohingya mengungsi, memasuki wilayah Banglades.

Data terakhir yang dilansir AFP, menyebutkan, hingga saat ini tercatat sudah ada 380.000 warga Rohingya yang berada di penampungan di Banglades.

Baca: Duterte: Kritik Saja Aung San Suu Kyi, Jangan Kritik Saya.

Sebelumnya, Htay juga yang menjelaskan mengenai pembatalan rencana perjalanan Suu Kyi ke Amerika Serikat untuk mengikuti diskusi di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB).

"Konselor negara tidak akan menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB," kata Htay.

Suu Kyi diharapkan kehadirannya dalam acara diskusi di Majelis Umum PBB di New York yang berlangsung pada tanggal 19-25 September mendatang.

Htay tidak menjelaskan lebih jauh tentang alasan keputusan tersebut. Dia hanya mengatakan, Wakil Presiden Henry Van Thio akan menghadiri pertemuan puncak tersebut.

Dewan Keamanan Nasional PBB juga berencana menggelar pertemuan tertutup pada hari Rabu ini untuk membahas krisis di Rakhine.

Namun, China mengindikasikan akan melakukan upaya untuk menggagalkan upaya PBB terhadap sekutu pentingnya di Asia Tenggara tersebut.

Baca: Ayatollah Ali Khamenei: Suu Kyi Wanita yang Kejam

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM