Bank-Bank Besar di China Mulai Hentikan Transaksi dengan Warga Korut - Kompas.com

Bank-Bank Besar di China Mulai Hentikan Transaksi dengan Warga Korut

Kompas.com - 12/09/2017, 17:38 WIB
Gambar ini diambil pada tanggal 5 September 2017, yang menunjukkan truk menunggu di Friendship Bridge sebelum melewati pemeriksaan pabean di Dandong, di Provinsi Liaoning, China timur laut, setelah kembali dari Kota Sinuiju di Korea Utara.

Cabang-cabang bank terbesar China telah membekukan transaksi keuangan untuk warga Korea Utara, sebuah pertanda bahwa Beijing memperketat sekrup sekutunya atas kegiatan nuklirnya.  AFP/GREG BAKER Gambar ini diambil pada tanggal 5 September 2017, yang menunjukkan truk menunggu di Friendship Bridge sebelum melewati pemeriksaan pabean di Dandong, di Provinsi Liaoning, China timur laut, setelah kembali dari Kota Sinuiju di Korea Utara. Cabang-cabang bank terbesar China telah membekukan transaksi keuangan untuk warga Korea Utara, sebuah pertanda bahwa Beijing memperketat sekrup sekutunya atas kegiatan nuklirnya.

BEIJING, KOMPAS.com - Cabang-cabang dari bank-bank terbesar di China telah menghentikan transaksi keuangan untuk warga Korea Utara.

Informasi ini diperoleh AFP berdasarkan kesaksian dari lingkungan di dalam bank tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa Beijing telah menerapkan tindakan yang lebih keras terhadap sekutu senjata nuklirnya, daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Staf di cabang-cabang di Beijing dan kota perbatasan Yanji -sebuah pusat perdagangan dan transportasi utama antara kedua negara, mengatakan, bank mereka telah melarang orang Korut membuka rekening baru.

Beberapa bank bahkan sudah mulai menutup rekening yang sudah ada. 

Pembatasan tersebut diberlakukan sebelum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB) dengan suara bulat -termasuk China, merestui sanksi baru terhadap Pyongyang.

Sanksi baru tersebut disepakati pada Senin (11/9/2017), menyusul uji coba nuklir terakhir dan terbesar Korut yang mengundang kecaman dunia.

Karyawan di setidaknya empat bank terbesar di Chinia, -Industrial and Commercial Bank of China, Agricultural Bank of China, Bank of China, dan China Construction Bank, mengkonfirmasi pembatasan urusan keuangan untuk klien asal Korut.

"Kami telah membekukan rekening mereka, yang berarti mereka tidak dapat menarik (uang)," kata seorang staf di cabang China Construction Bank di Yanji.

"Mereka tidak dapat menggunakan (akun mereka) di Yanji lagi, dan juga layanan kami," kata dia.

"Kami sudah mulai menginformasikan mereka untuk menutup akun mereka. Jika mereka dapat menutupnya, kami akan membiarkan mereka menutupnya."

"Jika tidak, kami tidak akan membiarkan mereka menggunakannya," sambung staf tersebut.

Seorang karyawan di ndustrial and Commercial Bank of China di Yanji mengatakan, pembatasan sebenarnya telah dimulai tahun lalu atau tahun sebelumnya.

"Kami juga tidak akan membuka rekening baru sekarang, kami tidak memberikan layanan kepada mereka."

"Membuka rekening atau operasi mata uang asing, kami tidak menawarkan layanan tersebut kepada mereka," kata karyawan tersebut.

Cabang bank lokal lainnya mengatakan, larangan tersebut telah dilakukan untuk beberapa waktu terakhir, namun tak jelas kapan tepatnya. 

Beberapa orang mengaku telah menerima sebuah dokumen tertulis mengenai larangan tersebut, namun yang lain mengatakan hanya ada pesan yang disampaikan secara verbal.

Seorang anggota staf di China Construction Bank cabang Beijing mengatakan, mereka menerima pemberitahuan pada bulan Mei, dan warga Korut tidak dapat lagi melakukan transaksi.

Seorang pegawai Agricultural Bank of China di Beijing mengatakan warga Korut dilarang membuka rekening baru.

Namun mereka yang memiliki rekening giro masih dapat melakukan transaksi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM