Arab Saudi Danai Serangan Teror “9/11” di AS, Ini Buktinya... - Kompas.com

Arab Saudi Danai Serangan Teror “9/11” di AS, Ini Buktinya...

Kompas.com - 12/09/2017, 12:14 WIB
Asap muncul dari gedung di lantai di bawah titik serangan pesawat di Menara Selatan (South Tower) WTC di New York. Satu korban terlempar keluar jendela. Teori konspirasi mengatakan, itu efek ledakan bom.Efectomariposa93 /Youtube Asap muncul dari gedung di lantai di bawah titik serangan pesawat di Menara Selatan (South Tower) WTC di New York. Satu korban terlempar keluar jendela. Teori konspirasi mengatakan, itu efek ledakan bom.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Otoritas penyelidik serangan teroris Al Qaeda pada 11 September 2011 di Amerika Serikat menemukan bukti kuat tentang dugaan keterlibatan pemerintah Arab Saudi dalam mendanai sebuah kegiatan menjelang serangan itu.

Walau Arab Saudi telah berulangkali menyangkal terlibat, kali ini AS menyodorkan bukti awal yang valid untuk menunjukkan adanya keterlibatan Riyadh itu.

Menurut dokumen Biro Investigasi Federal (FBI) AS, seperti yang dilaporkan oleh The New York Post (NYP), sebuah class action dari keluarga korban terkait serangan nine eleven itu memperlihatkan adaya "pola dukungan finansial dan operasional" dari pemerintah Arab Saudi.

Riyadh memberikan bantuan kepada para pembajak pada bulan-bulan sebelum serangan yang menewaskan hampir 3.000 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang pada 16 tahun silam itu.

Baca: Bukti Terbaru, Arab Saudi Danai 'Dry Run' untuk Serangan Teror '9/11'

Dokumen FBI, yang diajukan sebagai bukti, mengklaim, ada dua warga Arab Saudi yang didanai pemerintah Arab Saudi, demikian dilaporkan The Independent.

Dua warga Arab Saudi yang diduga terlibat itu adalah Mohammed al-Qudhaeein dan Hamdan al-Shalawi. Mereka sebenarnya adalah anggota "jaringan agen Kerajaan" di AS.

Dokumen tersebut mengklaim, dua orang tersebut dilatih di Afganistan dan terlibat dalam sejumlah operasi Al Qaeda lainnya, yang juga mengambil bagian dalam serangan di AS 16 tahun silam di AS.

Qudhaeein diduga bekerja di Kementerian Urusan Islam Arab Saudi, dan Shalawi adalah "pegawai lama pemerintah Arab Saudi" di Washington DC.

Pada November 1999 mereka naik penerbangan AS ke Washington, dan mencoba untuk mengakses kokpit beberapa kali, meminta pramugari menjelaskan beberapa persoalan teknis dan hal itu membuat kru curiga.

Qudhaeein dilaporkan bertanya kepada kru di mana kamar mandi berada dan diarahkan ke arah yang benar. Namun, ia malah mencoba memasuki kokpit.

Baca: 16 Tahun Serangan “9/11”: WTC Runtuh Bukan karena Tabrakan Pesawat?

Pilot pun kemudian melakukan pendaratan darurat di Ohio dan kedua pria tersebut dibebaskan setelah diinterogasi oleh FBI.

Tiket pesawat mereka dilaporkan dibayar oleh Kedutaan Besar Saudi, menurut Kristen Breitweiser, yang suaminya terbunuh dalam serangan 9/11.

Kedua pria tersebut juga dilaporkan menghadiri sebuah simposium di Washington DC, yang diselenggarakan oleh Kedubes Arab Saudi yang berhubungan dengan Institut Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab di AS, di mana ulama Al Qaeda Anwar al-Awlaki bekerja sebagai dosennya.

Dia kemudian membantu para pembajak untuk mendapatkan perumahan dan kartu identitas saat mereka tiba di awal tahun 2.000.

NYP juga melaporkan, warga Arab Saudi itu tinggal di Arizona dan sering berkomunikasi dengan pejabat Arab Saudi.

Carter mengatakan, tuduhan gugatan class action didasarkan pada hampir 5.000 halaman bukti.

Baca: Warga AS Bisa Gugat Arab Saudi Terkait Serangan “Nine Eleven" 

Sebanyak 15 dari 19 pembajak tersebut adalah warga Arab Saudi. Ratusan ribu dokumen AS tentang keterlibatan Arab Saudi itu masih tetap dirahasiakan.

Riyadh, sejak awal, menyangkal berbagai tudingan bahwa mereka terlibat dalam menandai serangan teroris pada 16 tahun silam di AS.

Penyangkalan itu tidak berarti menghentikan langkah penyidik AS untuk mencari bukti-bukti yang kuat tentang keterlibatan Riyadh itu.


EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Terkini Lainnya

Disebut Paling Disetujui Jadi Cawapres Prabowo, Bagaimana Tanggapan Anies?

Disebut Paling Disetujui Jadi Cawapres Prabowo, Bagaimana Tanggapan Anies?

Megapolitan
Jelang Tanding Lawan Sandiaga, Susi Pudjiastuti Tinjau Danau Sunter

Jelang Tanding Lawan Sandiaga, Susi Pudjiastuti Tinjau Danau Sunter

Megapolitan
Usung Jokowi sebagai Capres, PDI-P Jalin Komunikasi dengan Parpol Luar Koalisi

Usung Jokowi sebagai Capres, PDI-P Jalin Komunikasi dengan Parpol Luar Koalisi

Nasional
Jalur Kereta Cirebon-Purwokerto Bisa Dilintasi, Keberangkatan dari Stasiun Senen Berangsur Normal

Jalur Kereta Cirebon-Purwokerto Bisa Dilintasi, Keberangkatan dari Stasiun Senen Berangsur Normal

Megapolitan
Nyatakan Cinta ke Penumpang di Bawah Umur, Sopir Taksi Dideportasi

Nyatakan Cinta ke Penumpang di Bawah Umur, Sopir Taksi Dideportasi

Internasional
Simpati Dua Calon Gubernur Jateng untuk Korban Longsor Brebes

Simpati Dua Calon Gubernur Jateng untuk Korban Longsor Brebes

Regional
Anwar Fuady: Omong Kosong Narkoba untuk Menambah Kreativitas Artis

Anwar Fuady: Omong Kosong Narkoba untuk Menambah Kreativitas Artis

Nasional
Digugat Konsumen Reklamasi, Begini Tanggapan Gubernur Anies

Digugat Konsumen Reklamasi, Begini Tanggapan Gubernur Anies

Megapolitan
'Buat Apa Jadi Pemimpin kalau Rakyatnya Pecandu Semua...'

"Buat Apa Jadi Pemimpin kalau Rakyatnya Pecandu Semua..."

Nasional
Puan: Kriteria Cawapres Jokowi Sudah Ada

Puan: Kriteria Cawapres Jokowi Sudah Ada

Nasional
Selidiki Tewasnya Mantan Wakapolda, Polisi Terjunkan Anjing Pelacak

Selidiki Tewasnya Mantan Wakapolda, Polisi Terjunkan Anjing Pelacak

Regional
Kedubes AS di Israel akan Dipindahkan ke Yerusalem Bulan Mei

Kedubes AS di Israel akan Dipindahkan ke Yerusalem Bulan Mei

Internasional
Antisipasi Peredaran Narkoba, Kompolnas Minta Polisi Perairan Diperkuat

Antisipasi Peredaran Narkoba, Kompolnas Minta Polisi Perairan Diperkuat

Nasional
Jokowi Diminta Terbitkan Peraturan yang Beri Kewenangan Lebih untuk BNN

Jokowi Diminta Terbitkan Peraturan yang Beri Kewenangan Lebih untuk BNN

Nasional
Dilaporkan ke Polisi, Anies Bilang 'Tentu Ada Masalah Saat Tegakkan Keadilan'

Dilaporkan ke Polisi, Anies Bilang "Tentu Ada Masalah Saat Tegakkan Keadilan"

Megapolitan

Close Ads X