Korsel "Balas" Tembakan Rudal Korut dengan Pamer Kekuatan Militer - Kompas.com

Korsel "Balas" Tembakan Rudal Korut dengan Pamer Kekuatan Militer

Kontributor Singapura, Ericssen
Kompas.com - 29/08/2017, 15:43 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-In  AFP/ED JONES Presiden Korea Selatan Moon Jae-In

SEOUL, KOMPAS.com - Militer Korea Selatan unjuk kekuatan militer beberapa jam setelah Korea Utara menembakan satu rudal balistik yang melewati Pulau Hokkaido, Jepang, Selasa pagi waktu setempat (29/8/2017).

Korea Times melaporkan, Presiden Korsel Moon Jae-in memerintahkan militer Korsel untuk menunjukan ke negara tetangganya bahwa Korsel tidak takut, jika Korut melancarkan serangan militer.

Unjuk kekuatan militer itu melibatkan penjatuhan delapan bom berjenis Mark 84 oleh empat pesawat tempur F-15K di dekat perbatasan kedua negara di Taebaek.

Dewan Keamanan Nasional Korsel menggelar pertemuan darurat setelah peluncuran rudal oleh Korut.

 

Baca: Korut Tembakkan Rudal Lewati Hokkaido, Warga Jepang Utara Panik

Diberitakan pula, dalam percakapan telepon, Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung-wha dan Menlu Amerika Serikat Rex Tillerson sepakat untuk menjatuhkan sanksi yang lebih berat ke Pyongyang.

Salah satu pejabat Istana Kepresidenan Korsel menyatakan, Korsel dan AS beserta sekutu militer lainnya sedang membahas persiapan penerapan strategi militer rahasia yang akan diungkapkan ketika waktunya tepat.

Penembakan rudal oleh Korut merupakan yang ke-14 kalinya tahun ini, dan yang ke-9 kali sejak Presiden Moon menjabat May lalu.

Peluncuran rudal pada Selasa pagi ini diperkirakan sebagai bentuk protes Korut terhadap latihan militer tahunan yang sedang berlangsung di Korsel.

Latihan ini melibatkan tentara AS, Korsel, dan sejumlah kecil personel dari negara lain, termasuk Australia dan Jepang.

Baca: Korut: Aksi Bunuh Diri, Australia Ikut Latihan Militer AS

Latihan tersebut juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan Semenanjung Korea setelah uji coba dua rudal balistik antarbenua Korut.

Juga ancaman Korut untuk menembakkan empat rudal ke kawasan di dekat Guam, di mana pangkalan militer AS berada.  

Seoul dan Washington mengatakan, latihan tersebut merupakan kesempatan untuk memperbaiki kemampuan pertahanan.

Namun Pyongyang secara rutin mencela latihan itu sebagai gladi resik untuk perang melawan Korut.

Baca: Korut Menguji Lagi Tiga Rudal Balistik, Semuanya Gagal

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Singapura, Ericssen
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM