Irak Rebut Pusat Kota dan Benteng Bersejarah Tal Afar dari ISIS - Kompas.com

Irak Rebut Pusat Kota dan Benteng Bersejarah Tal Afar dari ISIS

Kompas.com - 26/08/2017, 22:24 WIB
Pasukan Irak melancarkan serangan ke arah sasaran militan ISIS dari pinggiran Tal Afar, Minggu (20/8/2017). Pada Sabtu (26/7/2017), pasukan Irak mengumumkan telah menguasai pusat kota dan merebut benteng bersejarah di Tal Afar.

 
Reuters via Voice of America Pasukan Irak melancarkan serangan ke arah sasaran militan ISIS dari pinggiran Tal Afar, Minggu (20/8/2017). Pada Sabtu (26/7/2017), pasukan Irak mengumumkan telah menguasai pusat kota dan merebut benteng bersejarah di Tal Afar.

TAL AFAR, KOMPAS.com - Pasukan Irak, Sabtu (26/8/2017), mengumumkan telah merebut pusat kota Tal Afar dari kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) dan benteng bersejarah di kota itu.

Bendera Irak juga dikibarkan di atas benteng dari era Ottoman di kota itu, sebagaimana dilaporkan kantor berita Perancis, AFP.

“Unit-unit Dinas Kontraterorisme (CTS) membebaskan distrik Citadel dan Basatin dan mengibarkan bendera Irak di puncak benteng,” kata komandan operasi gabungan Irak, Jenderal Abdulamir Yarallah.

CTS dan unit-unit polisi federal juga merebut tiga distrik di utara Tal Afar dan kawasan Al-Rabia di barat benteng setelah merebut distrik Al-Taliaa di selatan kota, Jumat (25/8/20170.

Baca: Mosul Dibebaskan, ISIS Pindah ke Tal Afar

Kemajuan tersebut terjadi hanya sepekan setelah pasukan Irak memulai pertempuran merebut kota Tal Afar.

Juga terjadi sebulan setelah Perdana Menteri Haider al-Abadi mengumumkan kemenangan pada Juli 2017 atas para kelompok jihadis ISIS di Mosul, kota terbesar kedua di Irak, di mana IS mendeklarasikan "kekhalifahannya" pada 2014.

Tal Afar berada di lintasan strategis antara wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah dan Mosul di Irak, yang letaknya 70 km jauhnya dari kota Tal Afar.

Kemajuan di Tal Afar jauh lebih cepat ketimbang pertempuran merebut kembali Mosul, yang jatuh ke tangan pasukan Irak, setelah sembilan bulan pertempuran yang melelahkan.

“Sekitar 70 persen kota (Tal Afar) telah dibebaskan. Insya Allah, bagian yang tersisa akan dibebaskan segera,” kata Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim al-Jaafari.

Al-Jaafari menyampaikan pernyataan dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian dan Menteri Pertahanan Perancis Florence Parly di Baghdad.

Pada Sabtu, pasukan Irak memerangi ISIS di sekitar Al-Ayadieh, 15 km utara Tal Afar dan merupakan lokasi strategis di jalan menunuju perbatasan Suriah, kata Yarallah.

Baca: 30.000 Warga Sipil Terjebak di Tengah Perang Melawan ISIS di Tal Afar

Para pejabat menyatakan berharap akan menguasai sepenuhnya Tal Afar sebelum Idul Adha, liburan hari besar Islam yang dimulai di Irak pada 2 September.

Serangan di Tal Afar, yang terletak antara Suriah dan 80 kilometer sebelah barat bekas kubu pertahanan ISIS di Mosul, dimulai pada 20 Agustus 2017.

Menurut komandan militer Irak dan AS, antara 10.000 dan 20.000 warga sipil dari populasi 200.000 orang yang masih tinggal di kota itu.

Berbagai organisasi bantuan telah melaporkan, mereka yang masih bertahan di sana terancam dibunuh oleh militan, yang terus memperketat cengkeramannya atas Tal Afar sejak 2014. 

Abbas Radhi, seorang pejuang Hashed al-Shaabi, mengatakan, ISIS telah berusaha membendung kemajuan pasukan Irak dengan menempatkan para penembak jitu.

“Namun, ISIS sudah kalah. Insya Allah,” katanya.

Baca: Irak Memulai Pertempuran untuk Merebut Tal Afar dari ISIS

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM