Berita Dunia Terpopuler, dari Rudal Iran hingga Rudal Korut - Kompas.com

Berita Dunia Terpopuler, dari Rudal Iran hingga Rudal Korut

Kompas.com - 14/08/2017, 10:09 WIB
Empat peluru kendali mengudara di sebuah kawasan gurun yang tak disebutkan di Iran. Foto ini diperoleh dari divisi publikasi Garda Revolusi, Sepah News.SEPAH NEWS/ AFP PHOTO Empat peluru kendali mengudara di sebuah kawasan gurun yang tak disebutkan di Iran. Foto ini diperoleh dari divisi publikasi Garda Revolusi, Sepah News.

JAKARTA, KOMPAS.com – Jika Anda telah melewatkan sejumlah berita menarik yang dirilis pada Minggu (13/8/2017), di sini kami menyajikannya kembali untuk Anda.

Setidaknya ada tiga berita terpopuler, yang masih bertahan hingga pada Senin (14/8/2017) pagi ini.

1. Iran Tambah Rp 7 Triliun di Program Rudal, "Matilah Amerika" Terdengar

Parlemen Iran memutuskan untuk menambah alokasi anggaran sebesar 520 juta dollar AS atau hampir Rp 7 triliun demi pengembangan program peluru kendali.

Keputusan yang tercapai dalam pemungutan suara di Parlemen Iran, Minggu (13/8/2017) itu, sekaligus sebagai bentuk perlawanan atas sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap negara Republik Islam tersebut.

Ikuti berita selengkapnya dengan mengklik tautannya di sini.

2. "Guam Mungkin Kecil, tapi Iman dan Kepercayaan Kami Besar..."

Umat Katolik di Guam menggelar acara doa untuk perdamaian, di Ibu Kota Hagatna, Minggu (13/8/2017). 

Ibadah itu digelar di bawah bayang-bayang ancaman peluru kendali Korea Utara.

Askup Agung Guam Michael Byrnes yang memimpin acara itu meminta "kehati-hatian" di tengah perang kata-kata yang kian memuncak antara Amerika Serikat dan Pyongyang.

"Umat harus berdoa untuk sebuah resolusi yang adil, dan juga kehati-hatian dalam perkataan serta tindakan," kata Michael Byrnes, seperti dikutip AFP. 

Byrnes pun mengingatkan Presiden AS Donald Trump untuk menahan diri. Untuk mengikuti berita itu selengkapnya, silahkan menyimaknya di sini.

3. Soal Korut, Xi Jinping Minta Trump Jaga Ucapan dan Tindakan

Presiden China Xi Jinping mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Korea Utara untuk menghindari kata-kata dan tindakan yang dapat memperburuk situasi.

Trump dan Korea Utara saling menyampaikan retorika permusuhan. Awalnya, Trump mengumbar ancaman untuk menghujani Korutdengan api dan kemarahan.

Ancaman itu dibalas oleh Korut dengan rencana pelepasan empat peluru kendali ke wilayah di dekat Guam, di mana pangkalan militer AS berada.

Apa sikap China, satu-satunya sekutu Korea Utara, terhadap AS, Korut, dan para pihak yang merasa teranggu oleh program rudal dan nuklir Korut, simak selengkapnya di sini

EditorPascal S Bin Saju
Komentar