Xi Minta Trump dan Korut Menjaga "Kata-kata dan Tindakan" - Kompas.com

Xi Minta Trump dan Korut Menjaga "Kata-kata dan Tindakan"

Kompas.com - 14/08/2017, 07:15 WIB
Beijing juga mendesak Washington untuk hormati kebijakan ?Satu China?.DPA/Getty Images/DW Beijing juga mendesak Washington untuk hormati kebijakan ?Satu China?.

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China, Xi Jinping, Minggu (13/8/2017), mendesak Presiden AS Donald Trump dan Korea Utara ( Korut) untuk menghindari "kata-kata dan tindakan" yang bisa memperburuk situasi, seperti diberitakan media.

Sebelumnya, Trump dan Korut saling menyampaikan retorika permusuhan, dengan Presiden AS mengancam untuk menghujani Korut dengan "tembakan dan kemarahan".

Tetapi China, yang merupakan satu-satunya sekutu Korut, medesak agar masing-masing menahan diri.

Seperti diberitakan media China, dalam percakapan melalui telepon Xi mengatakan kepada Trump bahwa "seluruh pihak yang bersangkutan" harus menghentikan "ucapan dan tindakan" yang dapat memperuncing suasana.

Xi juga menekankan, China dan AS memiliki "kepentingan yang sama" mengenai denuklirisasi dan menjaga perdamaian di Semenjanjung Korea.

Baca: Trump: Kesabaran Kami Menghadapi Korea Utara Sudah Habis

Tidak disebutkan apa yang disampaikan Gedung Putih dalam percakapan telepon dua pemimpin negara itu.

Hanya ditekankan, dua pemimpin negara itu memiliki hubungan yang dekat, yang "harapannya dapat memimpin untuk menghasilkan resolusi perdamaian dalam masalah Korut".

Sebelumnya Presiden Trump mencela China karena tidak menahan Korut melakukan uji coba rudal balistik dan nuklir dengan mengatakan bahwa negara itu dapat melakukan "lebih banyak".

Pernyataan Gedung Putih menyebutkan, AS dan China sepakat bahwa Korut harus menghentikan "perilaku provokatif dan meluas".

Pejabat Korut menyampaikan pernyataan melalui kantor berita milik pemerintah KCNA, Sabtu (12/8/2017) yang menyebutkan pemerintahan Trump "harus berbicara dan bertindak yang pantas," jika tidak ingin "imperium AS menemui malapetaka yang tragis".

Baca: Presiden Trump Sebut Korea Utara Sebagai Rezim Brutal

Ketegangan yang terjadi akibat program nuklir Korut yang berkepanjangan semakin memburuk ketika Korut melakukan uji rudal balistik antar benua pada Juli 2017.

Korut juga marah kepada keputusan PBB untuk meningkatkan sanki ekonomi terhadap negara tersebut, pekan lalu.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar