Soal Korut, Xi Jinping Minta Trump Jaga Ucapan dan Tindakan - Kompas.com

Soal Korut, Xi Jinping Minta Trump Jaga Ucapan dan Tindakan

Kompas.com - 13/08/2017, 13:53 WIB
Presiden AS Donald Trump menjamu Presiden China Xi Jinping di resor pribadinya, Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida. JIM WATSON / AFP Presiden AS Donald Trump menjamu Presiden China Xi Jinping di resor pribadinya, Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida.

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Korea Utara untuk menghindari kata-kata dan tindakan yang dapat memperburuk situasi.

Trump dan Korea Utara saling menyampaikan retorika permusuhan. Awalnya, Trump mengumbar ancaman untuk menghujani Korut dengan api dan kemarahan.

Ancaman itu dibalas oleh Korut dengan rencana pelepasan empat peluru kendali ke wilayah di dekat Guam, di mana pangkalan militer AS berada.

Dalam kondisi itu, China sebagai satu-satunya sekutu Korea Utara, medesak agar masing-masing menahan diri.

Baca: Trump Kembali Umbar Ancaman dan Kemarahan kepada Korut

Sebelumnya pula, Presiden Trump dalam banyak kesempatan telah menyerukan agar China mengambil peran yang lebih besar dalam kondisi saat ini.

Trump memperkirakan, jika China mengambil perannya sebagai sekutu Korut, maka program rudal dan senjata nuklir Korut dapat dihentukan.

Seperti diberitakan media di China, dalam percakapan melalui telepon Xi mengatakan kepada Trump bahwa seluruh pihak harus menghentikan ucapan dan tindakan yang dapat memperkeruh  suasana.

Xi juga menekankan, China dan AS memiliki kepentingan yang sama, terkait isu denuklirisasi dan menjaga perdamaian di semenjanjung Korea.

Namun, tak terungkap apa yang disampaikan Trump dalam percakapan antara kedua kepala pemerintahan itu. 

Hanya disebutkan bahwa, keduanya memiliki hubungan yang dekat, juga harapan untuk memimpin upaya yang menghasilkan resolusi perdamaian dalam masalah ini.

Sebelumnya juga, Presiden Trump mencela China karena tidak menahan Korut yang terus melakukan uji coba rudal.

Padahal, menurut Trump, China telah mendapat banyak keuntungan dalam hubungan ekonomi dengan AS.

Sementara, Gedung Putih hanya mengungkapkan bahwa AS dan China sepakat untuk berupaya menghentikan perilaku provokatif tersebut.

Pejabat Korut melalui kantor berita milik pemerintah KCNA, Sabtu (12/8/2017) menyebut pemerintahan Trump harus berbicara dan bertindak yang pantas jika tidak ingin AS menemui malapetaka yang tragis.

Ketegangan berkepanjangan yang terjadi akibat program nuklir Korut kian memburuk ketika Korut melakukan uji rudal balistik antar benua pada Juli lalu.

Korut juga marah atas Keputusan PBB untuk meningkatkan sanksi ekonomi terhadap negara tersebut pekan lalu.

Baca: Kecam Sanksi PBB, Korut Berkeras Tak Akan Rundingkan Program Nuklir

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM