Telur Tercemar Fipronil di Eropa Kini Ditemukan di Hongkong - Kompas.com

Telur Tercemar Fipronil di Eropa Kini Ditemukan di Hongkong

Kompas.com - 11/08/2017, 20:15 WIB
Telor yang tercemar telah ditemukan di Belgia, Belanda, Jerman, Perancis, Swedia, Inggris, Australia, Irlandia, Italia, Luxemburg, Polandia, Romania, Slovakia, Slovenia, dan Denmark, serta juga Swiss dan Hongkong.AFP Telor yang tercemar telah ditemukan di Belgia, Belanda, Jerman, Perancis, Swedia, Inggris, Australia, Irlandia, Italia, Luxemburg, Polandia, Romania, Slovakia, Slovenia, dan Denmark, serta juga Swiss dan Hongkong.

HONGKONG, KOMPAS.com - Para menteri terkait di blok Uni Eropa akan bertemu pada 26 September 2017 untuk membahas skandal telur yang tercemar fipronil, yang telah memaksa penutupan usaha peternakan dan menyebabkan penarikan massal.

Fipronil sendiri merupakan pestisida yang dapat membunuh kutu dan hama lainnya, baik itu pada anjing maupun kucing.

Telur-telur tercemar insektisida dari peternakan unggas Eropa kini juga telah ditemukan di Hongkong, setelah sebelumnya di 15 negara Uni Eropa dan Swiss yang non-Uni Eropa, kata Komisi Eropa seperti dilaporkan The Guardian, Jumat (11/8/2017).

Indonesia diharapkan mewaspadai kasus tersebut. Komisi Uni Eropa mengatakan bahwa semua negara itu telah menerima pasokan telur yang terkontaminasi oleh fipronil.

Baca: Skandal Insektisida di Belanda, Jutaan Telur di Eropa Terkontaminasi

Juga ditambahkan, pertemuan para menteri Uni Eropa itu akan membahas skandal tersebut dan telah dijadwalkan akan digelar pada 26 September mendatang.

"Kami ingin pertemuan ini terjadi dalam rentang waktu yang lebih lapang sehingga akan lebih banyak fakta yang dapat dihimpun," kata juru bicara Komisi Eropa, Mina Andreeva, dalam sebuah konferensi pers, Jumat (11/8/2017).

Negara-negara Uni Eropa yang terkena dampak adalah Belgia, Belanda, Jerman, Perancis, Swedia, Inggris, Austria, Irlandia, Italia, Luksemburg, Polandia, Rumania, Slowakia, Slovenia, dan Denmark, bersama dengan Swiss non-Uni Eropa, dan Hongkong di Asia, kata Daniel Rosario, juru bicara Komisi Eropa lainnya.

Baca: Kasus Telur Tercemar Melamin Kian Marak

Dia mengatakan, peternakan unggas telah ditutup di empat negara, yakni Belgia, Belanda, Jerman, dan Perancis.

Di empat negara itu, para pihak berwenang telah mengkonfirmasi penggunaan fipronil secara ilegal untuk merawat unggas.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM