"Ganggu AS? Korut Harusnya Amat Gugup Pikirkan Konsekuensinya" - Kompas.com

"Ganggu AS? Korut Harusnya Amat Gugup Pikirkan Konsekuensinya"

Kompas.com - 11/08/2017, 10:00 WIB
Seorang wanita berjalan melewati sebuah layar televisi yang menunjukkan cuplikan rekaman peluncuran misil balistik Korea Utara, di sebuah stasiun kereta api di Seoul, Selasa (4/7/2017). Korea Utara mengklaim uji misil balistik itu sebagai simbol kemampuan persenjataan untuk mengancam dua negara bersekutu, Korea Selatan dan Amerika Serikat.AFP PHOTO / JUNG YEON-JE Seorang wanita berjalan melewati sebuah layar televisi yang menunjukkan cuplikan rekaman peluncuran misil balistik Korea Utara, di sebuah stasiun kereta api di Seoul, Selasa (4/7/2017). Korea Utara mengklaim uji misil balistik itu sebagai simbol kemampuan persenjataan untuk mengancam dua negara bersekutu, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis (10/8/2017), mengatakan, Korea Utara seharusnya sangat gugup, jika memikirkan konsekuensi dari keputusan untuk mengganggu wilayah AS.

Ucapan Trump ini muncul setelah ada ancaman yang dilontarkan Pyongyang untuk meluncurkan empat peluru kendali ke wilayah Guam, di mana terdapat pangkalan militer AS.

Baca: Tunggu Restu Kim Jong Un, 4 Rudal Korut Segera Ditembakkan ke Guam

"Jika Korut melakukan sesuatu, atau bahkan saat memikirkan serangan terhadap siapa pun yang kita cintai, atau yang kita wakili, atau sekutu kita, atau kita, mereka sepantasnya sangat-sangat gugup," kata Trump.

"Sebab hal-hal yang akan terjadi selanjutnya kepada mereka tidak akan pernah mereka duga sebelumnya," sambungnya.

Trump mengungkapkan hal itu didampingi Wakil Presiden Mike Pence.

Sebelumnya, Trump sempat mengatakan bahwa ancaman dalam bentuk kata-kata sepertinya tak cukup ampuh untuk membungkam Korut.

Baca: Trump: Ancaman Kata-kata Tak Cukup untuk Korea Utara

Pada bagian lain, Trump mengatakan, seharusnya China yang menjadi sekutu utama Pyongyang, dapat berbuat lebih banyak untuk menekan rezim Kim Jong Un.

Tekanan China diyakini dapat membuat Korut mengakhiri program senjata nuklir dan pengembangan rudal balistik.

Baca: China 100 Persen Dukung Sanksi PBB untuk Korut

Seperti diberitakan AFP, rentetan komentar Trump ini diungkapkan disela masa cuti di klub golfnya di New Jersey.

Sebelumnya pula, Pyongyang mengaku telah merancang skema peluncuran empat peluru kendali ke kawasan di sekitar Guam.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM