Serangan Siber Besar Hantam Venezuela, 7 Juta Orang Tak Bisa Pakai HP - Kompas.com

Serangan Siber Besar Hantam Venezuela, 7 Juta Orang Tak Bisa Pakai HP

Kompas.com - 11/08/2017, 08:00 WIB
Para pendukung pemerintah Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyerbu masuk gedung parlemen nefara itu dan memukuli anggota DPR, Rabu (5/7/2017).
EPA via BBC INDONESIA Para pendukung pemerintah Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyerbu masuk gedung parlemen nefara itu dan memukuli anggota DPR, Rabu (5/7/2017).

CARACAS, KOMPAS.com - Sebuah serangan siber besar-besaran melanda Venezuela. Situs-situs internet milik pemerintah pun berguguran. 

Selain itu, tujuh juta warga di negeri itu tak bisa menggunakan telepon seluler.

Demikian keterangan yang dilansir otoritas Venezuela, seperti dilansir AFP, Kamis (10/8/2017). 

Baca: PBB Kecam Aksi Brutal Pemerintah Venezuela terhadap Demonstran

Sebuah kelompok yang menyebut diri The Binary Guardians mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan situs-situs pemerintah, Mahkamah Agung, dan Majelis Nasional.

"Tindakan teroris ini menghantam platform layanan GSM Movilnet pada hari Rabu, sehingga tujuh juta dari 13 juta pengguna operator pemerintah itu kehilangan layanan."

Demikian dikatakan Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Hugbel Roa.

Venezuela memiliki dua operator telepon genggam swasta lainnya: Movistar dan Digitel milik Spanyol.

Roa mengatakan, pemadaman tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan yang dimulai Senin, ketika puluhan situs web pemerintah dan perusahaan swasta diretas.

Roa mengatakan ada juga sembilan kerusakan di jaringan serat optik di negara itu, yang telah memotong layanan internet ke tujuh negara bagian.

"Serangan dilakukan dengan bantuan agen asing, sekali lagi mencoba mengganggu konektivitas negara kita," kata Roa.

Roa menambahkan, penyelidikan tentang serangan siber ini sekarang sedang berlangsung.

CARACAS, 10 Agustus 2017 (AFP) - Sebuah serangan cyber besar-besaran yang menjatuhkan situs-situs pemerintah di Venezuela awal pekan ini juga telah meninggalkan tujuh juta pengguna telepon seluler tanpa layanan, kata pemerintah Kamis.

Sebuah kelompok yang menyebut dirinya The Binary Guardians mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan situs-situs pemerintah, pengadilan tertinggi dan Majelis Nasional.

"Tindakan teroris yang mempengaruhi platform GSM Movilnet pada hari Rabu tidak beroperasi tanpa komunikasi tujuh dari 13 juta pengguna operator pemerintah," kata Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Hugbel Roa.

Venezuela memiliki dua operator telepon genggam swasta lainnya: Movistar and Digitel milik Spanyol.

Roa mengatakan bahwa pemadaman tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan yang dimulai Senin ketika puluhan situs web pemerintah dan perusahaan swasta diretas.

Roa mengatakan ada juga sembilan luka di jaringan serat optik di negara itu, yang telah memotong layanan internet yang sudah goyah ke tujuh negara bagian.

"Serangan dilakukan dengan bantuan agen asing, sekali lagi mencoba mengganggu konektivitas negara kita," kata Roa, menambahkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM