PBB Kecam Aksi Brutal Pemerintah Venezuela terhadap Demonstran - Kompas.com

PBB Kecam Aksi Brutal Pemerintah Venezuela terhadap Demonstran

Kontributor Singapura, Ericssen
Kompas.com - 10/08/2017, 08:00 WIB
Nicolas MaduroAFP Photo / Leo Ramirez Nicolas Maduro


CARACAS, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB) mengecam Pemerintah Venezuela yang dinilai melancarkan aksi brutal terhadap demonstran dan kubu oposisi anti pemerintah yang telah berunjukrasa selama berbulan-bulan.

PBB dalam pernyataannya, Rabu (9/8/2017), menyatakan, Pemerintah Venezuela bertanggungjawab penuh terhadap aksi kekerasan yang menewaskan setidaknya 73 demonstran sejak bulan April 2017.

“Kekerasan terhadap demonstran termasuk tindakan penyiksaan fisik menunjukan supremasi hukum sudah tidak berjalan di Venezuela.”

Demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan Komisioner PBB untuk urusan HAM Zeid Ra’ad al-Hussein.

Hasil investigasi awal PBB menunjukkan, ada upaya sistematis dari aparat keamanan Venezuela dalam penggunaan kekerasan yang berlebihan dan penahanan terhadap demonstran.

Pemerintah Venezuela tidak mengomentari kritikan PBB ini.

Venezuela telah dilumpuhkan oleh krisis ekonomi yang berujung demonstrasi jalanan berkepanjangan sejak awal tahun ini.

Pengunjuk rasa menuntut Presiden Nicolas Maduro mengundurkan diri.

Maduro, pengganti Hugo Chavez, sosok populer yang wafat tahun 2013, menolak tuntutan itu.

Malahan dia melancarkan aksi brutal dengan menahan pemimpin oposisi dan mengerahkan aparat bersenjata untuk membasmi demonstran. 

Para demonstran dituduh sebagai agen asing yang ingin mengintervensi politik dalam negeri Venezuela.

Terakhir, Maduro memecat Jaksa Agung Luisa Ortega, mantan sekutu politiknya yang berubah menjadi lawan politik.

Ortega yang mengubah haluannya beralih menjadi pengkritik terbesar Maduro.

Ortega juga mengkritik pembentukan Konstituante, dewan yang dipilih akhir pekan lalu untuk merancang Undang-Undang baru Venezuela.

Konstituante diduga adalah upaya Maduro untuk mempertahankan kekuasaannya tanpa pemilu dengan membatalkan pemilu presiden yang dijadwalkan tahun depan.

Mayoritas negara di dunia menyangkal hasil pemilu Konstituante tersebut dan mengatakan Konstituante menandakan era kepemimpinan diktator.

Utang Venezuela sendiri  kian menumpuk. Per Senin (7/8/2017), nilai utang negara ini mencapai 251 juta dollar AS kepada pemegang saham.

Kemungkinan Venezuela mengalami gagal bayar alias default sangat besar jika perekonomian negara ini belum juga membaik.

Amerika Serikat pun memberlakukan sanksi baru terhadap Venezuela.

Baca: Selangkah Lagi, Negara Kaya Minyak Venezuela Menuju Default

PenulisKontributor Singapura, Ericssen
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM