Puluhan Ribu Orang Dievakuasi setelah Gempa Tewaskan 19 Orang - Kompas.com

Puluhan Ribu Orang Dievakuasi setelah Gempa Tewaskan 19 Orang

Kompas.com - 09/08/2017, 17:41 WIB
Orang-orang yang terluka mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Rakyat di Distrik Jiuzhaigou, Sichuan, China barat daya, 9 Agustus 2017. Gempa berkekuatan 6,5 pada skala Richter mengguncang Jiuzhaigou County pada Selasa (8/8/2017) malam. Xinhua/Liu Kun Orang-orang yang terluka mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Rakyat di Distrik Jiuzhaigou, Sichuan, China barat daya, 9 Agustus 2017. Gempa berkekuatan 6,5 pada skala Richter mengguncang Jiuzhaigou County pada Selasa (8/8/2017) malam.

CHENGDU, KOMPAS.com – Puluhan ribu orang dievakuasi dari daerah pegununang di China barat daya, Rabu (9/8/2017), setelah gempa berkekuatan 6,5 pada skala Richter menewaskan sedikitnya 19 orang.

Gempa itu juga menyebabkan 247 orang terluka, dengan 40 orang di antaranya dalam kondisi kritis, seperti dilaporkan kantor berita Perancis, AFP, yang menguti data terbaru dari otoritas terkait China.

Gempa dengan magnitudo 6,5 itu mengguncang wilayah Provinsi Sichuan pada Selasa (8/8/2017) malam. Berpusat di kedalaman 10 km, gempa juga memicu tanah longsor dan bangunan roboh.

Bencana terbaru ini membangkitkan lagi ingatan warga di Sichuan akan gempa terburuk pada 2008 yang menyebabkan 87.000 orang tewas atau hilang.

Baca: 13 Orang Tewas akibat Gempa di China, Termasuk Enam Turis

Ribuan orang, umumnya wisatawan di sebuah taman nasional yang populer di dekat pusat gempa tersebut, dievakuasi ke tempat aman pada Rabu setelah menghabiskan malam yang menakutkan karena terjadi setidaknya lebih dari 1.000 gempa susulan yang menguncang seluruh wilayah.

Laporan terbaru menyebutkan, 19 orang tewas dan 247 orang terluka dengan 40 di antaranya mengalami luka parah, seperti dilaporkan pemerintah daerah Prefektur Aba, pusat gempa berada.

Pertambahan jumlah korban tewas itu mengoreksi laporan terdahulu yang menyebutkan ada 13 orang tewas.

Gambar-gambar yang beredar di akun media sosial resmi pemerintah menunjukkan beberapa kerusakan di Jiuzhaigou, dengan bagian lantai gedung yang jatuh dari bangunan dan sejumlah orang berkumpul di luar bangunan.

Pemerintah Sichuan mengatakan pada salah satu sosial media resminya bahwa saat ini lebih dari 38.000 wisatawan mengunjungi Jiuzhaigou.

Baca: Gempa Guncang China, 100-an Orang Dikhawatirkan Tewas

Rekaman dari udara yang disiarkan oleh kantor berita pemerintah, Xinhua, menunjukkan daerah  pegunungan berhutan hijau yang indah sekarang telah gundul akibat longsor skala luas yang diikuti dengan awan debu mengepul ke udara.

Pusat gempa kali ini berada dekat dengan Jiuzhaigou, hutan taman nasional dan merupakan situs Warisan Dunia UNESCO yang memiliki formasi batu karang, air terjun, dan danau.

Kantor berita China, Xinhua, mengatakan, setidaknya lima orang tewas di wilayah Jiuzhaigou dan lebih dari 30.000 orang telah dievakuasi dari Jiuzhaigou saja.

"Hampir semua wisatawan dievakuasi," kata seorang pekerja tur perusahaan Jiuzhaigou yang hanya memberikan nama keluarganya, Yan, mengatakan kepada AFP melalui telepon.

"Kami tidur semalam di bus wisata dan tinggal di tempat terbuka. Tanah longsor sangat buruk, batu-batuan terus berjatuhan," katanya, karena adanya ribuan gempa susulan berkisar 5,2 dan 5,3 pada skala Richter.

Baca: Korban Tewas akibat Gempa di China Jadi 47 Orang

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM