Penjara di Belgia Kacau, Belanda Tolak Serahkan 8 Tersangka Narkoba - Kompas.com

Penjara di Belgia Kacau, Belanda Tolak Serahkan 8 Tersangka Narkoba

Kompas.com - 02/08/2017, 06:48 WIB
Ilustrasi penjara.The Guardian Ilustrasi penjara.

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Otoritas Belanda menolak menyerahkan delapan tersangka yang diduga terlibat kasus penyelundupan obat-obatan terlarang ke Belgia, Selasa (1/8/2017).

Penolakan itu muncul karena Belanda belum mendapatkan informasi rinci mengenai di mana dan bagaimana kondisi tempat penahanan para tersangka itu.

Seperti diberitakan AFP, kedelapan orang tersebut menjadi buronan otoritas penegak hukum di Antwerp.

Mereka dicurigai menjadi bagian dari sindikat internasional penyelundup obat-obatan terlarang dari Amerika Selatan ke Eropa.

Kendati demikian, pengadilan di Amsterdam menyuarakan keprihatinan tentang kondisi kesejahteraan para tahanan di penjara Belgia, menyusul kekacauan yang terjadi di sana.

Bulan lalu, Dewan Eropa mengeluarkan pernyataan tentang kondisi penjara-penjara di Belgia.

Disebutkan, permintaan Belgia untuk menyerahkan para tersangka tidak dapat dilanjutkan tanpa penyelidikan lebih lanjut mengenai kondisi itu.

Penyerahan itu pun terpaksa ditangguhkan, sementara otoritas Belanda mencari informasi lebih lanjut di Belgia.

Pengadilan internasional khusus yang memutuskan penyerahan tersangka kasus hukum ke negara lain, mengatakan, menyusul aksi mogok staf penjara baru-baru ini, tahanan pun hanya terkurung di sel mereka.

"Pengadilan harus menolak transfer jika di negara yang meminta pengalihan tersangka masih terdengar isu pelanggaran mendasar terhadap hak asasi manusia."

Menteri Kehakiman Belgia Koen Geens mengaku telah mencatat keputusan Belanda tersebut.

Namun dia pun menekankan, pengadilan masih mencari informasi lebih lanjut, dan belum menyimpulkan apakah benar penjara Belgia merendahkan martabat manusia.

Komite anti-penyiksaan Dewan Eropa pada bulan Juli mengecam kegagalan yang terus-menerus terjadi di Belgia dalam menerapkan tingkat pelayanan minimum untuk menjamin hak-hak narapidana.

Dikatakan, kegagalan itu mengakibatkan sejumlah besar narapidana dikenai perlakuan tidak manusiawi, hingga situasi yang sudah tidak dapat ditoleransi. Kondisi itu membahayakan hidup para tahanan. 

Baca: Narapidana Tertua Berusia 100 Tahun Akhirnya Dibebaskan

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM