Gadis Jerman Anggota ISIS Mengaku Amat Merindukan Keluarganya - Kompas.com

Gadis Jerman Anggota ISIS Mengaku Amat Merindukan Keluarganya

Ervan Hardoko
Kompas.com - 26/07/2017, 07:02 WIB
Dalam salah satu foto yang diunggah ke media sosial ini terlihat remaja perempuan yang diduga kuat adalah Linda W (16) asal Jerman dikelilingi tentara Irak yang menemukannya di Kota Tua Mosul.Telegraph Dalam salah satu foto yang diunggah ke media sosial ini terlihat remaja perempuan yang diduga kuat adalah Linda W (16) asal Jerman dikelilingi tentara Irak yang menemukannya di Kota Tua Mosul.

BERLIN, KOMPAS.com - Remaja perempuan asal Jerman yang ditemukan pasukan Irak di kota Mosul setelah kabur dari kediamannya dan menikahi seorang anggota ISIS mengatakan, dia ingin pulang ke rumahnya.

"Saya hanya ingin pulang ke rumah keluarga saya. Saya ingin meninggalkan perang, semua senjata, dan kegaduhan," ujar Linda Wenzel (16).

Harian Sueddeutsche Zeitung dan lembaga penyiaran publik ARD menyebut reporter mereka telah mewawancarai Linda beberapa saat usai remaja itu ditemukan tentara.

Jika tetap berada di Irak, secara teori, Linda bisa dijatuhi hukuman mati karena terbukti menjadi anggota ISIS.

Baca: Tentara Irak Temukan Remaja Jerman Anggota ISIS di Kota Mosul

Linda kabur dari kediamannya di sebuah kota kecil di wilayah timur Jerman, Pulnitz, tahun lalu. Demikian penjelasan sejumlah pejabat keamanan Jerman.

Dia awalnya mengenal sejumlah anggota ISIS lewat dunia maya dan akhirnya nekat menikahi salah satu dari mereka begitu sang remaja tiba di Suriah.

Suami Linda, menurut media massa Jerman, tewas dalam pertempuran tak lama setelah pernikahannnya.

Linda mengatakan, dia bersembunyi di sebuah ruang bawah tanah di Mosul saat pasukan Irak menemukan dan kemudian menangkapnya.

Linda juga mengatakan, kondisinya amat baik meski kakinya terluka yang, menurut dia, adalah akibat tembakan dari sebuah helikopter.

Media Jerman mengabarkan, Linda kini dirawat di sebuah rumah sakit militer di kota Baghdad.

Sejauh ini belum diperoleh kejelasan terkait peluang Linda pulang ke Jerman jika dia tetap diadili di Irak dalam kapasitasnya sebagai anggota ISIS.

Jika dia diadili dan dijatuhi hukuman mati, sesuai undang-undang Irak, Linda tak akan dieksekusi hingga dia berusia 22 tahun.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan, para staf kedudes Jerman di Baghdad sudah mengunjungi Linda pekan lalu.

"Jerman dan Irak tak memiliki kesepakatan ekstradisi. Namun, pemerintah tengah berupaya lewat jalan lain terkait nasib dua perempuan Jerman yang ditahan di Irak," kata juru bicara Kemenlu Jerman, Maria Adebahr.

Selain Linda, tentara Irak juga menemukan tiga perempuan lain yang memegang paspor Jerman meski memiliki darah Maroko, Aljazair, dan Chechnya.

Baca: 18 Perempuan Asing Anggota ISIS Terancam Hukuman Mati di Irak

Para pejabat Irak mengatakan, perempuan Jerman berdarah Maroko sudah memiliki seorang anak. Keduanya ditemukan di Mosul sekitar 10 hari lalu.

Harian Bild mengabarkan pada Senin (23/7/2017), ayah Linda, Reiner Wenzel, mengetahui kabar soal putrinya yang hilang itu saat mendengarkan berita dari radio.

"Saya sungguh bahagia mendengar kabar bahwa putri saya masih hidup. Saya harap dia bisa pulang dalam kondisi seperti semua dan saya akan selalu mendampinginya." ujar pria tersebut.

 

PenulisErvan Hardoko
EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM