18 Perempuan Asing Anggota ISIS Terancam Hukuman Mati di Irak - Kompas.com

18 Perempuan Asing Anggota ISIS Terancam Hukuman Mati di Irak

Ervan Hardoko
Kompas.com - 23/07/2017, 09:13 WIB
Dalam salah satu foto yang diunggah ke media sosial ini terlihat remaja perempuan yang diduga kuat adalah Linda W (16) asal Jerman dikelilingi tentara Irak yang menemukannya di Kota Tua Mosul.Telegraph Dalam salah satu foto yang diunggah ke media sosial ini terlihat remaja perempuan yang diduga kuat adalah Linda W (16) asal Jerman dikelilingi tentara Irak yang menemukannya di Kota Tua Mosul.

BAGHDAD, KOMPAS.com - Setidaknya 18 perempuan asing yang ditahan pemerintah Irak karena diduga terlibat dengan ISIS terancam hukuman mati.

Pemerintah Irak, Sabtu (22/7/2017), mengatakan, mereka ini termasuk 26 orang non-Irak yang ditahan setelah "teroris" dibersihkan dari kota Mosul yang diambil alih dari tangan ISIS belum lama ini.

Kelompok warga asing yang ditahan ini termasuk remaja perempuan berusia 16 tahun asal Jerman yang kabur untuk menikahi anggota ISIS yang dikenalnya di media sosial.

Tahanan lain termasuk para perempuan dari Perancis, Belgia, Jerman, Rusia, Iran, Suriah, Turki, dan Kanada. Selain itu, aparat Irak juga menahan dua pria asal Chechnya dan delapan anak-anak.

Baca: Tentara Irak Temukan Remaja Jerman Anggota ISIS di Kota Mosul

Khusus tahanan anak-anak, para pejabat Irak mengatakan, mereka akan dikirim pulang ke negara asalnya.

Sebagian besar perempuan, yang ditahan di sebuah penjara dekat bandara Baghdad, ditemukan bersembunyi di dalam sebuah terowongan di bawah reruntuhan kota Mosul.

Semua perempuan itu, saat ditemukan tentara Irak, membawa senjata api dan sabuk bom bunuh diri. Sementara, nasib para suami mereka yang adalah para anggota ISIS tidak diketahui.

Sementara itu, sejumlah diplomat Jerman telah mengunjungi Linda Wenzel (16) dan empat perempuan Jerman lainnya.

Diplomat Perancis juga mengunjungi perempuan asal negeri itu yang juga ditahan di penjara yang sama.

Para pejabat di Baghdad mengatakan, para perempuan asing yang ditahan, termasuk Linda Wenzel, diketahui bekerja untuk kepolisian ISIS di Mosul.

Para perempuan itu kemungkinan besar akan diadili dengan dakwaan terorisme dan terancam hukuman mati berdasarkan undang-undang Irak.

Ratusan orang meninggalkan sejumlah negara Eropa Barat untuk bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak.

Baca: Tentara Irak Diduga Lemparkan Anggota ISIS ke Jurang Hidup-hidup

Beberapa dari mereka teradikalisasi lewat media sosial, seringkali lewat video yang diunggah secara online.

Pemerintah Jerman memperkirakan sekitar 20 persen warganya yang bergabung dengan ISIS adalah perempuan. Sementara anak-anak mencakup 5 persen dan separuhnya adalah perempuan.

PenulisErvan Hardoko
EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM