Singapura Tawarkan "Drone" untuk Bantu Tentara Filipina di Marawi - Kompas.com

Singapura Tawarkan "Drone" untuk Bantu Tentara Filipina di Marawi

Ervan Hardoko
Kompas.com - 19/07/2017, 17:48 WIB
Asap mengepul dari salah satu sudut kota Marawi yang digempur pasukan Filipina.TED ALJIBE / AFP Asap mengepul dari salah satu sudut kota Marawi yang digempur pasukan Filipina.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pemerintah Singapura, Rabu (19/7/2017), menawarkan bantuan berupa drone untuk pengintaian dan pelatihan perang kota untuk militer Filipina.

Tawaran ini disampaikan untuk membantu Filipina yang hingga kini masih memerangi kelompok bersenjata pro- ISIS di kota Marawi, Pulau Mindanao.

Kementerian Pertahanan Singapura juga menawarkan bantuan lain berupa sebuah pesawat angkut Hercules C-130 untuk membawa bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi Marawi.

Tawaran ini disampaikan usai kunjungan kerja Menhan Singapura Ng Eng Hen ke Manila pada yang berakhir pada Rabu ini.

Baca: Duterte Ingin Perpanjang Masa Darurat Militer di Marawi

"Pada Selasa Menteri Ng bertemu dengan rekannya Menhan Delfin Lorenzana yang menyampaikan apresiasi dan pada prinsipnya menerima tawaran Singapura," demikian Kemenhan Singapura.

Kemenhan Singapura menambahkan, militer Filipina yang bisa segera membebaskan Marawi.

"Namun, upaya lanjutan harus dilakukan untuk memastikan sel-sel teroris lain tidak muncul di Filipina Selatan yang akan membawa instabilitas di ASEAN."

"ISIS bisa menggunakan basis seperti Marawi untuk menggelar serangan baru ke kota lain di Filipina atau negara ASEAN lainnya," kata Menhan Ng lewat akun Facebooknya.

"ISIS juga bisa memerintahkan sel-selnya menyerang sejumlah target di Indonesia, Malaysia, dan Singapura," tambah Ng.

Singapura menjadi negara ASEAN pertama yang menawarkan bantuan militer konkrit selain patroli laut gabungan yang melibatkan Filipina, Indonesia, dan Malaysia.

Baca: Benarkah Ada 2.000 Warga Sipil Terbunuh dalam Konflik di Marawi?

Tentara Filipina memiliki pengalaman panjang berperang di dalam hutan melawan pemberontak komunis dan Muslim.

Namun, tentara Filipina terlihat kewalahan saat harus melakukan perang kota seperti yang mereka hadapi di Marawi.

Sejak kelompok militan Maute menyerang kota Marawi pada 23 Mei lalu, sebanyak 413 anggota militan dan 98 personel militer Filipina tewas.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisErvan Hardoko
EditorErvan Hardoko
SumberAFP
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM