ISIS Ubah Taktik, Butuh Empat Tahun Lagi untuk Menghancurkannya - Kompas.com

ISIS Ubah Taktik, Butuh Empat Tahun Lagi untuk Menghancurkannya

Kompas.com - 18/07/2017, 07:22 WIB
Pasukan Suriah yang didukung Rusia terus mendesak posisi ISIS di kota Deiz Ezzor.AFP Pasukan Suriah yang didukung Rusia terus mendesak posisi ISIS di kota Deiz Ezzor.

BAGHDAD, KOMPAS.com – Kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan sudah mengubah taktik perlawanannya sekalipun secara moral mereka sudah jatuh.

Soal perubahan taktik ISIS itu disampaikan oleh seorang pejabat teras kontraintelijen kelompok perlawanan Kurdi, Lahur Talabany, seperti dilaporkan Reuters,  Senin (17/7/2017).

Pertempuran di Mosul, Irak utara, sudah berakhir. Namun, perang melawan ISIS masih jauh dari selesai. Hingga saat ini, setidaknya masih ada enam titik terberat melawan ISIS di Irak dan Suriah.

Kota-kota penting di kedua negara itu, dan hampir seluruh provinsi di Suriah, masih tetap berada di bawah kendali ISIS, seperti dilaporkan The Washington Post.

Baca: Rusia Klaim Bunuh Gembong Teroris ISIS Abu Bakr al-Baghdadi

Menurut Talabany, perlawanan untuk “menghancurkan” ISIS memerlukan waktu tiga hingga empat tahun lagi. Caranya, harus menguasai gunung  dan gurun  yang merupakan medan gerilya ISIS.

"Saya berpikir mereka siap dengan pola perang yang baru. Kami menghadapi hari-hari yang jauh lebih keras di depan kami, tak seperti yang diduga. 'Al Qaeda dalam steroid'," kata Talabany.

"Kami menyaksikan mengapa mereka (ISIS) lebih pintar. Al Qaeda tidak pernah menguasai wilayah. Mereka akan lebih pintar," kata dia seperti dikutip Reuters.

Berbagai laporan yang menyebutkan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi tewas telah menimbulkan pertanyaan mengenai siapa penggantinya, apakah orang Irak juga, orang Arab lainnya, atau para petempur legiun asing.

Baca: Intelijen Irak dan Kurdi Sebut Abu Bakr Al-Baghdadi Masih Hidup

Para pejabat intelijen Irak yang pernah berbhakti pada pemerintahan Saddam Hussein digambarkan sebagai para ahli strategi militer yang instrumental dalam menciptakan rezim teror ISIS.

Menurut Talabany, sangat sulit mengetahui pembantu dekat Abu Bakr al-Baghdadi mana yang masih hidup atau telah mati. Namun, dia meyakini kepemimpinan ISIS kini hidup ada di Suriah, di selatan Raqqa.

Talabany bahkan mengatakan, "(Abu Bakr) al-Baghdadi masih hidup. Dia belum tewas. Kami mendapatkan informasi bahwa dia 99 persen masih hidup."

Generasi muda mantan sekutu-sekutu Saddam dipekirakan akan mengisi posisi-posisi kunci ISIS. "Generasi muda selalu lebih berbahaya," kata Talabany.

Pihak keamanan menghadapi tantangan yang sulit dalam menghancurkan sel-sel tidur yang biasanya terdiri dari dua fasilitator dan dua operator.

"Anda tak butuh banyak orang untuk meledakkan bom. Kami terus memburu sel-sel tidur ini," kata Talabany. "Semua orang yang kami tangkap sudah siap merancang serangan di kawasan ini."

Baca: Misteri Kematian Pempimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi

Talabany meninggalkan Irak saat berusia 12 tahun ketika Saddam Hussein menindas Kurdi. Keluarganya melancarkan perang gerilya dari gunung-gunung.

Ketika diminta membandingkan tantangan masa lalu dengan saat ini di mana ISIS berusaha bangkit dan ketegangan sektarian mengancam keamanan Irak, dia menjawab, "Kami sekarang telah punya banyak kekebasan. Namun, masalahnya jauh lebih sulit."


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Megapolitan
Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

Regional
Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Regional
'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

"Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

Nasional
India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

Internasional
Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Regional
Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Megapolitan
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional

Close Ads X