Taman Berbentuk Pita Dibangun untuk Peringati Korban Pesawat MH17 - Kompas.com

Taman Berbentuk Pita Dibangun untuk Peringati Korban Pesawat MH17

Kompas.com - 18/07/2017, 07:00 WIB
Taman peringatan hidup untuk mengenang para korbang pesawat MH17 di dekat Schipol, Amsterdam, Belanda, ini dikelilingi dengan bunga matahari yang mekar setiap Juli.
BBC Taman peringatan hidup untuk mengenang para korbang pesawat MH17 di dekat Schipol, Amsterdam, Belanda, ini dikelilingi dengan bunga matahari yang mekar setiap Juli.

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Sebuah taman didedikasikan untuk para korban pesawat Malaysia Airlines MH17 di Vijhuizen di dekat bandara Schiphol di Amsterdam, Belanda,  tempat pesawat naas itu lepas landas menuju Kuala Lumpur pada 17 Juli 2014.

Taman itu terdiri atas 298 pohon, mewakili setiap penumpang dan kru yang tewas dalam pesewat yang jatuh ditembak rudal di atas wilayah Ukraina timur, yang saat itu sedang dilanda konflik.

Acara peresmian taman yang didekasikan kepada para korban akan dihadiri oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima, pemerintah Belanda dan pejabat internasional serta keluarga korban, yang akan membacakan nama-nama korban, seperti dilaporkan BBC, Senin (18/7/2017).

Kebanyakan korban berasal dari Belanda namun 17 di antaranya adalah warga negara Indonesia, Malaysia, Inggris, dan Australia.

Baca: Air Mata Keluarga Korban Pesawat MH17 Kembali Berlinang

Kelompok perkumpulan keluarga korban menyatakan bahwa pohon melambangkan 'harapan' dan 'masa depan' dalam banyak budaya.

"Kami tidak hanya ingin memperingati para korban MH17, namun juga menciptakan sebuah tempat di mana semua orang dapat menyimpan memori ke 298 penumpang tetap hidup."

"Mata" ke langit

Satu pohon apel didedikasikan ke Gary, seorang anak 16 tahun dari Rotterdam, yang jasadnya masih belum dapat diidentifikasi.

"Rasanya senang memikirkan dia memiliki sebuah pohon, karena kami masih belum mendapatkan jasadnya. Kami tidak ingin Gary dilupakan. Kami tidak ingin ada yang dilupakan dari ke 298 penumpang", kata ayah Gary, Jan Slok kepada surat kabar AD.

'Monumen hidup' ini dirancang sejak akhir 2015 oleh seniman Ronald A Westerhuis dan arsitek landscape Robbert de Koning, dengan dana yang dihimpun dari sejumlah sumbangan.

Taman "peringatan hidup" ini dikelilingi bunga matahari yang mekar setiap Juli dan 'memancarkan cahaya keemasan' ke pepohonan.

Baca: Bagian Rudal Buk Ditemukan di Lokasi Pesawat MH17 Jatuh

Di tengah-tengah taman yang terdiri atas 11 varietas pohon terdapat tugu terbuat dari baja berbentuk mata yang memandang ke langit.

Harian Trouw menulis bahwa tugu berbentuk alis sepanjang 16 meter melambangkan "beban orang-orang yang kehilangan", dan karat yang muncul seiring waktu melambangkan perjalanan rasa sakit. Nama para korban juga diukir di bagian bola mata.

"Jika anda melihat ke dalam, anda dapat melihat diri anda sendiri dan nama orang yang anda kasihi", kata seniman Westerhuis di harian Trouw.

Penyelesaian hukum

Meski sudah tiga tahun berlalu, belum ada tersangka yang ditangkap terkait kasus penembakan pesawat MH17, meski diumumkan pada 5 Juli lalu bahwa setiap persidangan tersangka pelaku penembakan MH17 akan dilangsungkan di Belanda.

Sekitar 100 orang dicari terkait kasus ini setelah penyelidikan yang dipimpin oleh Belanda menyimpulkan pesawat ditembak jatuh oleh rudal buatan Rusia yang ditujukan ke pemberontak Rusia.

Baca: Kronologi Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines #MH17 di Ukraina

Presiden Ukraina Petro Poroshenko menuntut agar Rusia bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

"Itu adalah kejahatan yang memalukan yang dapat dihindari jika tidak karena serangan Rusia, sistem dan rudal Rusia yang datang dari wilayah Rusia", tulis Poroshenko di media sosial Facebook.

Meski begitu, Rusia kerap menyangkal keterlibatan mereka dan terus meyalahkan Ukraina.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X